Thursday, 15 November 2018

Bebas Sesaat Penuh Harapan, Ketua PN Batam tak Setuju Minta Erlina Ditahan Kembali


Erlina saat baru dilepaskan dari Rutan Perempuan, Baloi, Batam.
Dinamika Kepri, Batam - Sesuai kewenangan lembaga di tempatnya mengabdi, Kalapas Rutan Baloi, Batam, Mulyani, akhirnya melepaskan Erlina dari tahanan, Rabu (14/11) sore.

Erlina dilepaskan dari tahanan karena masa penahanan sudah melebihi masa penahanan yang sudah mencapai 121 hari pertanggal 14 November 2018 pukul 00:00 Wib.

Baca jugaSadis, Dilaporan Polisi Ruginya Rp 4 Juta, Dakwaan Jaksa Rp 117 Juta, Terdakwa Erlina Dituntut 7 Tahun Penjara Denda Rp 10 Miliar

Setelah surat pelapasan Erlina resmi ditandatangani oleh Kalapas. Kalapas lalu menyerahkan Erlina ke pihak PN Batam dengan membawakan surat pemberitahuan bahwa Erlina telah dilepaskan bebas demi hukum.

Namun, sesampainya di PN Batam, Ketua PN Batam, Syahlan, tidak menyetujuinya, sehingga Erlina  dikembalikan kembali ke tahanan Perempuan, Baloi, Batam.

Terkait pengembalian Erlina ke tahanan, kepada Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Manuel P Tampubolon, Ketua PN Batam mengatakan, untuk melepaskan tahanan kewenangannya Pengadilan.

Baca jugaDiduga Diperas Habis-habisan, Tak Sanggup Setor Rp 1,2 Miliar Erlina Dilaporkan

"Untuk melepaskan tahanan, itu adalah kewenangan pengadilan," kata Manuel P Tampubolon menirukan ucapan Ketua PN Batam kepada media.

Tak hanya itu, hakim Mangapul Manalu yang menjadi hakim di sidang terdakwa Erlina, kepada media mengatakan, bahwa pengembalian itu dilakukan karena masa penahanan Erlina masih berlanjut untuk kepentingan persidangan dan telah dimohonkan kembali  ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru.

Hakim Mangapul Manalu dan hakim Jasael saat diwawancara wartawan di PN Batam, Rabu (14/11) malam.
"Untuk kepentingan persidangan, maka terdakwa akan kembali ketahanan karena masa penahanannya masih berlaku sampai hari ini pada pukul 00:00 Wib. Sedangkan untuk perpanjangan penahan ke-2 dari PT, permohonan ke PT sudah dilakukan. Kita juga masih nunggu perpanjangan penahanan itu sore ini. Jadi tidak ada yang kosong," ujar Mangapul.

Mengenai detail penahanan Erlina di SIPP PN Batam yang kerap sering berubah-ubah, kata dia itu akan segera dilakukan diperbaikan.

"Ya itu akan ada perbaikan, itu terjadi karena salah ketik," katanya lagi.

Baca jugaMakin Mumet, Surat Permohonan Penahanan Terdakwa Erlina Diduga Dimanipulasi

Terkait tuntutan jaksa yang menuntut Erlina dengan perkara Pid.Sus pasal perbankan, dengan tuntutan 7 tahun penjara denda Rp 10 miliar, kata dia itu urusannya jaksa.

"Perkaranya tetap Pid.B, soal dakwaan jaksa, itukan jaksa!," tutupnya.

Sungguh sangat sedih, Erlina yang sudah sempat dibebaskan demi hukum, di mana saat keluar dari pintu lapas, Erlina tampak begitu bersuka cita dengan penuh harapan bisa segera bertemu anak-anaknya.

Harapnya dengan kebebasannya itu, ia dapat segera bisa berkumpul dengan keluarganya dan setidaknya akan memberikan kecupan kening tanda sayang kepada anak-anaknya yang sudah begitu lama dirindukannya, namun apalah daya, harapannya itu pupus setelah Ketua PN Batam, menolak kebebasannya. (Ag)