Monday, 12 November 2018

Bandar Judi Dadu Sei Tamiang Disidangkan, Suyono: Baru Sekali ini yang Mulia


Enam orang terdakwa judi dadu Sei Tamiang disidangkan di PN Batam, Senin (12/11).

Dinamika Kepri, Batam - Bandar judi dadu Sei Tamiang, Suyono dan rekannya Katimun yang berperan sebagai tukang goncang dadu, bersama 4 orang pemain, Binsartua Malau, M. Ali Busro, Rudian Jevri Lumban Batu dan Kardinal, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (12/11) sore.

Di sidang pertama ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti membacakan dakwaan pasal terhadap para terdakwa.

Ke-6 terdakwa diancam pidana pasal 303  ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang perjudian.

Saat sidang, para terdakwa juga tidak didampingi penasehat hukum.

Setelah usai pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi penangkap yakni 2 orang personel polisi dari Polresta Barelang.

Terdakwa Suyono dan Katimun.
Menurut saksi, penangkapan itu dilakukan bermula setelah menerima informasi dari masyarakat, bahwa di sekitar Sei Tamiang ada aktifitas perjudian dadu.

Dari informasi itu, kedua saksi dipimpin Kanit dan yang lain, lalu membentuk tim untuk melakukan penangkapan ke lokasi dadu tersebut.

"Setelah menerima informasi itu, dipimpin Kanit, kami lalu membentuk Tim untuk melakukan penangkapan," ucap saksi.

Dari hasil penggerebekan itu, katanya kendati banyak yang main, pihaknya hanya berhasil mengamankan 6 orang, 1 orang bandar, 1 orang tukang goncang dadu dan 4 orang pemain.

"Ramai yang main dan yang lain keburu berlarian," kata saksi.

Saksi juga menerangkan, sesuai pengakuan dari bandar dadu sebelumnya ke pihaknya, kegiatan judi dadu itu, baru sekali itu dilakukan oleh terdakwa Katimun.

"Benar yang mulia, baru sekali itu dan langsung tertangkap," kata Katimun membenarkan keterangan saksi penangkap kepada majelis hakim yang diketuai oleh hakim Candra.

Selain itu, bandar dadu Suyono juga mengakui, bahwa bukan hanya dia yang melakukan aktifitas judi di sekitaran itu, tapi masih ada yang lain.

"Bukan hanya dadu saja, sabung ayam juga ada di situ yang mulia," ucap Suyono.

Terhadap keterangan dari saksi penangkap, para terdakwa membenarkannya.

Tak hanya itu, para terdakwa juga mengakui bahwa apa yang dilakukannya itu telah melanggar hukum. Kepada majelis hakim, para terdakwa juga menyesali perbuatannya.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi dan pernyataan dari para terdakwa, majelis hakim lalu menunda sidang dan menjadwalkan selanjutnya hingga dua minggu ke depan dengan agenda tuntutan.

Sebelumnya, para terdakwa ini diamankan polisi malam hari saat bermain dadu di areal sekitar Jalan Sei Tamiang, Batam pada tanggal 23 Agustus 2018 sekitar pukul 21.30 Wib.

Dari hasil penangkapan itu, polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 725 ribu dari tas bandar, 1 piring tempat dadu diletakkan, 1 mangkok penutup piring, 3 mata dadu dan 1 lapak dadu.(Ag)