Thursday, 1 November 2018

Alasan Hakim Belum Siap, Putusan Vonis Terdakwa Estereliana Batal Dibacakan


Terdakwa Estereliana (baju hitam) saat menghadiri agenda sidang putusan di PN Batam, Kamis (1/11) malam.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang pembacaan putusan vonis terhadap terdakwa Estereliana Boru Ginting perkara import pangan diduga tampa dokumen dari luar negeri nomor perkara 680/Pid.Sus/2018/PN Btm, ditunda hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (1/11/2018) malam.

Kendati sidang sempat dibuka terbuka untuk umum, namun dibatalkan dengan alasan hakim belum siap.

"Karena belum siap, maka sidang ini ditunda," kata hakim Hera Polosoa Destiny.

Baca juga: Saat Sidang, Ali Mafia Bos Pangan Tampa Izin Edar di Batam Akui Kesalahannya

"Sidang ini akan kita lanjutkan besok, Jumat tanggal 2 November 2018," sambung hakim Redite Ika Septina sembari mengetuk palu menutup sidang.

Ada dugaan pembatalan itu dilakukan karena adanya beberapa wartawan yang melakukan peliputan di ruang sidang.

Ironisnya, kendati sidang tersebut dilakukan pada jam malam, namun tetap saja berakhir dengan penundaan.

Usai sidang ditutup, ketika dikonfirmasi awak media, berapa lama hukuman yang ditututkan JPU terhadap terdakwa sebelumnya, jaksa Mega menjawab 1 bulan.

"Terdakwa dituntut satu bulan," katanya singkat.

Baca juga: Terdakwa Hartin Mafia Pangan di Batam Dituntut Hukuman Ringan

Terdakwa Estereliana Boro Ginting yang tidak ditahan selama proses persidangan itu, sebelumnya diamankan oleh petugas Karantina Batam bekerjasama dengan petugas Bea dan Cukai Batam.

Ia dijadikan terdakwa karena diduga telah melakukan import sayuran segar dari luar negeri asal China tampa memiliki dokumen yang lengkap.

Adapun barang bukti yang ditemukan petugas tidak sesuai dengan laporan pemasukkan, saat pemeriksaan di Gudang PT. Sumber Sarana di Komplek Inti Batam Blok C No. 1 Sei Panas, Batam, petugas menemukan Jeruk Lemon 50 karton, Mushroom (Jamur) 110 box, Melon sebanyak 5 karton, Seledri  15 pack, Kacang Kapri 40 kotak dan Sayur lobak sebanyak 5 kotak.

Baca jugaAneh, Waktu Sidang Marahan, Sesudah Sidang Malah Ngopi Bareng Duduk Semeja

Barang-barang sayur mayur dan buah tersebut dikirim dari China masuk ke Batam melalui pelabuhan Batuampar dengan menggunakan kontener 40 feed.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana pasal 31 ayat 1 Jo pasal 5 huruf (a) dan (c) Undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.(Ag)