Friday, 30 November 2018

3 dari 4 Terdakwa 1 Ton Sabu Divonis Hukuman Mati, 1 Penjara Seumur Hidup


Terpidana 1 ton sabu
Dinamika Kepri, Batam – Tiga dari empat  terdakwa perkara 1,037 ton sabu dari kapal MV. Sunrise Glory, asal Taiwan, Chen Chung Nan (Kapten Kapal), Chen Chin Tun (Nahkoda Kapal) dan Hsieh Lai Fu (Juru Mesin),  divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/11/2018) malam.

Sedangkan satu terdakwa yang bernama Huang Ching An yang juga merupakan juru mesin kapal,  divonis penjara seumur hidup.

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Candra didampingi hakim anggota, Reditte dan Yona Lamerossa,  menyatakan sependapat dengan jaksa penuntut  bahwa para terdakwa telah  terbukti  bersalah melakukan tindak pidana Narkotika, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap putusan itu, para terpidana mati tidak terima. Ketidakterimaan itu dilampiaskan terpidana dengan berteriak histeris di ruang sidang sembari menunjuk-nunjuk  kearah kamera para wartawan yang sedang mengabadikan jalannya proses persidangan, dengan berucap kata-kata menggunakan bahasanya .

Tak mau ada keributan di ruang sidang, petugas polisi yang berjaga, langsung mengamankan para terpidana  ke dalam mobil tahanan, dan lansung membawanya ke Lapas Tembesi, Batam.

Terpidana 1,6 ton sabu.
Sebelumnya para terdakwa tersebut ditangkap personel KRI Sigurot 864 di bawah kendali Guskamlabar TNI Angkatan Laut dari atas kapal Sunrise Glory saat melintas di Selat Philip perairan Batam, Kepri.

Para terdakwa diamankan karena saat diperiksa petugas, di dalam kapal Sunrise Glory ditemukan Narkotika golongan satu jenis sabu seberat 1,037 ton.

Begitu juga dengan 4 terdakwa 1,6 ton sabu asal Cina, Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, dan Yao Yin Fa, juga divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Batam dengan pasal yang sama.(Ag)