Thursday, 25 October 2018

Terlilit Hutang, Pria ini Nekat Jadi Kurir Sabu


Terdakwa Masriyono dengan penasehat hukumnya saat sidang di PN Batam, Kamis (25/10).
Dinamika Kepri, Batam - Tergiur upah Rp 15 juta, Masriyono kurir Sabu dengan barang bukti 4 kilogram (Kg) disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (25/10).

Oleh Jaksa Penuntut, dalam pembacaan dakwaan, terdakwa dijerat ancaman pidana pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Setelah pembacaan dakwaan usai dilakukan, majelis hakim yang diketuai hakim Martha ini selanjut melakukan pemeriksaan saksi penangkap dari pihak kepolisian dan teman terdakwa pemilik motor.

"Terdakwa kami tangkap di pinggir jalan tepatnya di Lancang Kuning Batam Center. Saat itu terdakwa tengah duduk di atas sepeda motor Vario dengan menelepon seseorang. Dari cantolan motor, saat diperiksa, kami menemukan satu bungkusan berisi sabu," kata saksi polisi.

Kata saksi, menurut pengakuan terdakwa kepada mereka sebelumnya, sabu itu didapatkan terdakwa dari Joko (DPO). Sabu itu rencananya akan diberikan kepada Ompong (DPO) pemesan dengan upah antar Rp 15 juta dari Joko.

Terhadap keterangan saksi itu, kepada hakim terdakwa membenarkan semuanya.

Usai pemerikasaan saksi, kepada hakim terdakwa juga mengatakan, baru sekali itu melakukan perbuatannya tersebut.

Kata terdakwa ia mau melakukan itu karena terlilit hutang.

"Baru kali ini yang mulia, saya melakukannya karena saya ada hutang Rp 5 juta ke orang lain," ucap terdakwa.

Mengenai upah Rp 15 juta yang ditawarkan Joko, kata terdakwa sudah menerimanya sebagian.

"Saya sudah terima Rp 2 juta, sisanya akan diberikan sesudah barang sampai ke pemesan," kata terdakwa.

Merasa penasaran dengan terdakwa yang mengaku baru sekali melakukannya, membuat hakim terus memastikan kebenaran pengakuan terdakwa.

"Benar baru sekali? Karena barang buktinya cukup banyak sampai 4 kilo itu, jujur? Kalau baru, kenapa berani kali kamu bawa sabu sebanyak itu?," tanya hakim penasaran.

" Ya, baru kali ini yang mulia," jawab terdakwa.

Setelah mendengar pengakuan dari terdakwa, hakim lalu menutup sidang dan menjawalkan sidang berikutnya ke pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.(Ag)