Monday, 22 October 2018

Tergiur Upah Rp 50 Juta, Ibu dan Anak Pembawa Sabu dari Malaysia ini Disidangkan


Kedua terdakwa Siti dan Rumzeinah usai menghadiri persidangan di PN Batam, Senin (22/10).

Dinamika Kepri, Batam - Akibat tergiur ingin mendapatkan upah Rp 50 juta, ibu dan anak pembawa sabu dari Malaysia berakhir didudukan di kursi pesakitan di pengadilan negeri Batam, Senin (22/10/2018).

Pada sidang pemeriksaan terdakwa ini, kepada majelis hakim yang dipimpin hakim Jasael dan kepada Jaksa penuntut Mega Tri Astuti, kedua terdakwa mengakui berani melakukannya karena tergiur dengan upah Rp 50 juta yang dijanjikan oleh Viky (DPO).

Kata terdakwa Rumzeinah ibunya terdakwa Siti Hotijeh warga Bangkalan, Madura Jatim itu, upah itu akan didapatkannya setelah sabu sampai tujuan pemesan di Banjarmasin.

Sedangkan untuk biaya operasi membawa sabu tersebut mulai dari Malaysia hingga sampai tujuan, kata Rumzeinah ditanggungnya sendiri.

Mendengar biaya ditanggungnya sendiri, akhirnya membuat hakim kesal.

"Enggak mungkinlah yang nyuruh tidak kasih biayanya. Terdakwa jangan bohong, jujur saja, lagian kenapa anda tega melibatkan anak? Ini namanya menjerumuskan anak sendiri," kata hakim Jasael.

Dalam sidang, Siti yang masih berumur 22 tahun itu, mengaku sudah 6 tahun tinggal di Malaysia.

Selain itu, kepada hakim terdakwa Rumzeinah juga mengaku mengetahui yang dibawanya itu adalah sabu.

Setelah sidang permeriksaan kedua terdakwa ini selesai dilakukan, majelis lalu mengundur sidang ini ke hari Selasa 30 Oktober 2018 dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti.

Atas perbuatannya, di dalam dakwaan terdakwa diancam pidana pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, kedua terdakwa ini diamankan petugas Security Check Point (SCP) I Bandara Internasional Hang Nadim Batam di bulan Juli 2018 lalu saat hendak berangkat ke Surabaya.

Saat diperiksa petugas Bandara, dari keduanya ditemukan 11paket/bungkus Narkotika jenis sabu dibungkus lakban dengan masing-masing berat 625 gram.

Selanjutnya kedua terdakwa beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Polresta Barelang guna pengusutan lebih lanjut.(Ag)