Thursday, 18 October 2018

Terdakwa Hartin Mafia Pangan di Batam Dituntut Hukuman Ringan


Pengacara Ade Trinita, SH dengan terdakwa Hartin saat sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa  Hartin alias Ateng mafia pangan di Batam, dituntut pidana ringan dengan denda sebesar Rp 25 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Tuntutan ringan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (17/8).

Dalam tuntutannya, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan olahan pangan tampa memiliki izin edar melanggar pasal 142 Jo pasal 91 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No.18 tahun 2012 tentang pangan.

Baca jugaAneh, Waktu Sidang Marahan, Sesudah Sidang Malah Ngopi Bareng Duduk Semeja

Terhadap tuntutan JPU, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Candra, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Ade Trinita, SH mengatakan di agenda sidang berikutnya, ia akan melakukan pembelaan terhadap terdakwa.

Setelah mendengarkan tuntutan dan jawaban dari PH terdakwa, hakim kembali menjadwalkan sidang berikutnya tanggal 24 Oktober 2018 dengan agenda mendengarkan pembelaan dari PH terdakwa.

Terdakwa Hartin yang tidak ditahan tersebut adalah Direktur PT. Thong Sing Yuen.

Terdakwa memiliki gudang pengolahan makanan di Jalan Duyung Komplek Harbour View Blok A No.6 Kecamatan Batu Ampar Kota Batam.

Baca juga: Haji Permata Sebut Jaksa ini Pernah Minta Uang Pelicin Rp 300 Juta Padanya

Ia dijadikan terdakwa karena pada tanggal 5 September 2017 lalu, saat pemeriksaan di gudangnya, petugas BPOM menemukan pangan olahan yang tidak memiliki izin edar dari BPOM RI.

Saat sidang agenda pemeriksaan saksi beberapa waktu lalu, saksi mengatakan terdakwa menjual olahan pangan dari negara Malaysia itu dijual ke pasar-pasar, toko dan kedai yang ada di Kota Batam.(Ag)