Wednesday, 24 October 2018

Tak Miliki Izin Edar, BPOM Kepri Amankan Kosmetik dan Obat Tradisional Senilai Rp1,4 Miliar


Dinamika Kepri, Batam - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) di Batam, mengamankan puluhan ribu kosmetik dan obat tradisional yang diduga tidak memiliki izin edar, Senin (22/10/2018) pagi.

Kosmetik dan obat tersebut diamankan dari salah satu rumah yang menjual produk ilegal ini secara online.

"Tim PPNS BPOM Kepri didukung Polda Kepri melakukan penindakan di sarana distribusi online dan menemukan barang-barang yang diduga tidak memiliki ijin edar. Sehingga produk tersebut kami amankan," kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, Rabu (24/10/2018) siang.

Puluhan ribu produk illegal yang diamankan yakni kosmetik Tanpa Ijin Edar (TIE) sebanyak 72 item dengan total 27.587 pieces, obat tradisional TIE sebanyak satu item dengan jumlah 56 pieces dan obat TIE satu item dengan jumlah 9 pieces.

Keseluruhan produk TIE ini memiliki nilai ekonomi mencapai Rp1,4 Miliar.

"Saat ini, PPNS kami masih melakukan proses penyidikan dan pedalaman atas temuan tersebut. Tim juga tengah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi," kata Yosef lagi.

Atas adanya temuan tersebut, Yosef menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli produk kosmetik dan obat-obatan yang dijual secara online.

Konsumen harus memastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM untuk jaminan mutu, keamanan dan manfaatnya.

"Saat ini, e commerce atau penjualan onilne merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Namun, pastikan bahwa pelaku usaha online menjual produk sesuai ketentuan yang berlaku," kata Yosef.

Yosef meminta agar konsumen dan pelaku usaha melakukan pengecekan pada kemasan, label, komposisi, netto, izin edar dan kadaluarsa produk.

 "Jangan terima produk bila kemasan rusak, cek kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen serta importir, dan cek kode produksi serta expired datenya," tutup Yosef. (Ril)