Wednesday, 17 October 2018

Surat Penetapan Penahanan Terdakwa Erlina dari Pengadilan Tinggi Pekanbaru Tampak Aneh


Surat penetapan penahanan terdakwa Erlina dari PT Negeri Pekanbaru.

Dinamika Kepri, Batam - Dari data yang diterima awak media ini, surat penahanan terdakwa Erlina telah dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi Pekan Baru dengan mengeluarkan surat penetapan penahanan No.939/Pen.Pid/2018/PT.PBR namun tampa dibubuhi tanda tangan dari wakil  Pengadilan Tinggi Pekanbaru, hanya diterakan Ttd dan tampak aneh, Rabu (17/10).

Lanjutan penahanan itu disetujui  Pengadilan Tinggi Pekanbaru pada tanggal 16 Oktober 2018 di mana setelah sebelumnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam Mangapul Manalu pada tanggal 11 Oktober 2018 lalu, mengajukan permohonan penahanan lanjutan terhadap terdakwa Erlina, karena masa 90 hari (3 bulan) penahanan terdakwa Erlina sesuai kewenangan majelis hakim pengadilan negeri, sudah habis.

Baca jugaSidang Terkait BPR Agra Dhana, Saksi: Uang Pokoknya Sudah Dikembalikan Terdakwa

Surat penetapan penahanan itu disetujui  Pengadilan Tinggi Pekanbaru diduga akibat adanya perubahan register perkara dari No.612/Pid.B/2018/PN.Btm ke No.612/Pid.Sus/2018/PN.Btm.

Karena jika permohonan penahanan itu menggunakan Pid.B, kecil kemungkinan akan disetujui Pengadilan Tinggi Pekanbaru, sebab pasal yang dijeratkan jaksa penuntut ke terdakwa yakni pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan dan jo 372  tentang penggelap KUHP yang ancaman hukumannya di bawah 9 tahun penjara.

Selain itu, data terdakwa di penetapan penahanan No.939/Pen.Pid/2018/PT.PBR itu, dicantumkan dengan aneh. Nama Erlina, jenis kelamin laki-laki dan kebangsaan perempuan.

Padahal Erlina adalah seorang perempuan dan berkembangsaan indonesia bukan berkebangsaan perempuan.

Baca jugaMakin Mumet, Surat Permohonan Penahanan Terdakwa Erlina Diduga Dimanipulasi

Ketika awak media ini menelusuri (searching) di Google untuk mencari di manakah negara perempuan itu berada, sampai berita ini diunggah, Mbah Google tidak mampu menunjukannya.

Surat penetapan penahanan No.939/Pen.Pid/2018/PT.PBR itu adalah akta otentik yang dibuat oleh pejabat negara, namun dibuat aneh alias asal-asalan.

Melihat keanehan ini, kesannya surat penetepan penahanan terdakwa Erlina yang dikeluarkan oleh PT Pekanbaru itu, diduga dilakukan dengan tergesa-gesa.(Ag)