Monday, 1 October 2018

Soal Putusan Ringan Kasus 55 Kg Katinon, Kasi Pidum Kejari Batam: Kita akan Banding


Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Filpan Fajar D Laia, SH.,MH saat jumpa Pers, di Kejari Batam. Senin (1/10).

Dinamika Kepri, Batam - Mengenai putusan ringan jauh dari tuntutan yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam yang menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap Yatrika dalam perkara Narkotika jenis Katinon seberat 55 kilogram (Kg), Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam Filpan Fajar D Laia menyatakan pihaknya akan melakukan banding atas putusan itu.

"Terkait putusan terhadap Yatrika, kita akan melakukan Banding, karena putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim tidak sesuai dengan yang kita tuntutkan," ujar Filpan D Laia tegas kepada media saat melakukan jumpa Pers, di Kantor Kejaksaan Negri Batam, Senin (1/10/2018).

Lebih lanjut kata Filpan, kata dia, setelah Kejaksaan Negeri Batam mendapatkan memori putusan tersebut, pihaknya akan langsung mengirimkannya ke Pengadilan Tinggi (PT).

Baca juga: Putusan Sidang Kasus 55 Kg Katinon, Jaksa Tuntut 20, Hakim Vonis 5 Tahun

Pada hari Kamis tanggal 27 September 2018 lalu, majelis Hakim PN Batam yang diketuai hakim Hera Polosia Destiny didampingi hakim anggota Reditte Ikas dan Jasael telah menjatuhkan vonis 5 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsder 6 bulan penjara terhadap terdakwa Yatrika Faradiba alias Rika.

Vonis yang jatuhkan terhadap Yatrika Faradiba itu lebih ringan 15 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nani Herawati yang mana sebelumnya dituntut 20 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Oleh Jaksa dalam tuntutannya waktu itu,  Yatrika dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, namun di saat agenda putusan, majelis hakim malah mengenakan Yatrika dengan pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan menjatuhi hukuman 5 penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara, jauh dari tuntutan JPU.(Cn/Ag)