Wednesday, 17 October 2018

Sidang Terkait BPR Agra Dhana, Saksi: Uang Pokoknya Sudah Dikembalikan Terdakwa


Afif Alfarisi saat bersaksi di PN Batam, Selasa (16/10/2018).

Dinamika Kepri, Batam - Walau saksi pelapor Bambang Harianto tidak pernah hadir bersaksi dipersidangan, sidang terdakwa Erlina dalam perkara dugaan penggelapan dalam jabatan kerugian bunga uang Rp 4 juta Bank BPR Agra Dhana, tetap dilanjutkan.

Sidang mantan Direktur Utama BPR Agra Dhana itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, dengan agenda pemeriksaan saksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Afif Alfarisi, Selasa (16/10) siang.

Pada sidang yang diketuai oleh hakim Mangapul Manalau didampingi hakim Jasael dan Roza ini, Afif Alfarisi menerangkan, semua pokok uang dipakai oleh terdakwa sudah dikembalikan ke BPR Agra Dhana.

Baca juga: Makin Mumet, Surat Permohonan Penahanan Terdakwa Erlina Diduga Dimanipulasi

"Kalau uang pokoknya, semuanya sudah dikembalikan oleh terdakwa," kata Afif Alfirisi menjawab pertanyaan hakim.

Menurutnya, terdakwa dihadapkan ke persidangan karena Bank BPR Agra Dhana telah mengalami kerugian beban biaya operasi.

Selain itu, ia juga membenarkan terdakwa bahwa sebelum dilaporkan ke polisi, telah membayarkan Rp 929 juta dengan cara bertahap ke Bank BPR Agra Dhana.

Ia juga mengakui, selama melakukan audit keuangan di Bank BPR Agra Dhana, pihaknya tidak pernah melakukan konfirmasi terhadap terdakwa, apakah data-data transaksi yang mereka temukan dari hasil matrik di BPR itu, semuanya dilakukan oleh terdakwa.

Di dalam persidangan, ke Penasehat Hukum (PH) terdakwa Manuel P Tampubolon, saksi juga tidak bisa memastikan siapa yang melakukan transaksi-transaksi itu, karena masih terindikasi.

Tak hanya itu, saat menjawab pertanyaan dari PH terdakwa, saksi Afif Alfarisi juga tampak gugup.

Saksi menjawab dengan kata berulang-ulang. Jawabannya tidak nyambung dengan apa yang ditanyakan oleh PH terdakwa.

Melihat saksi tampak sudah linglung saat menjawab, PH terdakwa lalu menghentikan pertanyaan-pertanyaannya.

Mirisnya lagi, kepada hakim saksi mengatakan juga tidak mengenal terdakwa. Namun pengakuannya ke PH terdakwa beda, saksi mengaku sebelum ia di BAP penyidik, pernah melakukan pertemuan dengan terdakwa.

Tak sampai di situ, hakim juga mempertanyakan saksi soal tidak pernahnya pihak OJK melakukan konfirmasi kepada terdakwa mengenai temuan data-data transaksi tersebut.

"Tidak pernah dikonfirmasi, tapi kami pernah melakukan pertemuan dengan terdakwa didampingi oleh penasehat hukumnya," kata Afif sembari menunjukan bukti risalah rapat kepada hakim dan membacakannya.

Baca juga: Mengerikan! Diduga Takut Bersaksi di Sidang, Bambang Herianto Pelapor Erlina Pilih Menghilang

Setelah mendengarkan pembacaan risalah itu, majelis hakim lalu mengundur sidang ke pekan depan dengan agenda mendengarkan dari saksi ahli.

Terhitung, sidang terdakwa Erlina ini tidak lama lagi  akan berakhir karena saksi yang akan dihadirkan jaksa penuntut umum tinggal satu orang lagi.

Selain itu, masa penahanan terdakwa selama 90 hari dari kewenanangan pengadilan negeri juga sudah berakhir pada tanggal 15 Oktober 2018 kemarin.

Melihat masa penahanan terdakwa ini sudah berakhir, dan pasal yang dijeratkan juga hukumannya di bawah 9 tahun penjara, ditambah lagi saksi pelapor tidak pernah hadir dipersidangan, terdakwa Erlina harusnya sudah dibebaskan demi hukum, namun itu tidak terjadi. (Ag)