Thursday, 25 October 2018

Seludupkan Hewan dan Tanaman dari Malaysia, Nahkoda KM Batam Indah dan Pemilik Barang Disidangkan


Terdakwa Agustiar Bin Rahman dan Teddy Gotama (baju merah).

Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa Agustiar Bin Rahman (Nahkoda) dan Teddy Gotama (Pemilik Barang) perkara kepabeanan, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (24/10) sore.

Saat sidang, ke dua terdakwa didampingi oleh penasehat hukumnya, Abraham Rodo.

Pada sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti mendakwa ke dua terdakwa dengan ancaman pidana pasal 102 huruf (a) undang – undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Setelah dakwaan usai dibacakan JPU, sidang yang diketuai oleh hakim Dr.Syahkan ini, langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi penangkap dari Bea dan Cukai (BC) Batam.

Secara bersamaan, 4 orang saksi dari BC tersebut bersaksi dipersidangan.

Kata saksi, saat mereka melakukan tugas rutin pemeriksaan setiap kapal yang ada di Pelabuhan Batupar pada  tanggal 11 Juli 2018  sekira pukul 22.00 Wib, di KM Batam Indah – VI GT, mereka menemukan hewan kura – kura, iguana, burung perkutut, burung love bird, anak buaya dan tanaman hias, yang mana kesemuanya itu, tidak tercantum di dalam manifes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2).

"Mereka diamankan karena telah menyeludupkan hewan dan tanaman dari luar negeri. Dari pengakuan Agustiar, Hewan dan tanaman itu mereka bawa dari Pasir Gudang, Malaysia," jawab saksi kepada hakim.

"Kalau muatan barang-barang yang lain berupa elektronik berupa komponen komputer, kabel, lampu, dan alat-alat tape ada di manifes yang mulia," lanjut saksi.

Menurut saksi, hewan dan tanaman hias tampa manifes itu mereka temukan dari diruangan deck atas kapal tepatnya di dalam ruang kamar nahkoda.

Kata saksi, dari kapal itu mereka menemukan 909 ekor kura-kura, 24 ekor Iguana, 6 ekor burung perkutut, 12 ekor Love Bird, 1 ekor anak buaya dan 12 tanaman hias yang semuanya berasal dari Malaysia.

Dari temuan itu, Agustiar Nahkoda kapal langsung diamankan, dan setelah dilakukan pengembangan, Teddy Gotama sang pemilik hewan dan tanaman hias pun barhasil diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena diduga telah melakukan penyeludupan.

Terhadap keterangan para saksi, kedua terdakwa membenarkannya.

Usai pemeriksaan saksi dilakukan, majelis lalu mengundur sidang hingga ke pekan depan, Rabu 31 Oktober 2018 dalam agenda mendengarkan keterangan ahli.(Ag)