Tuesday, 2 October 2018

Saksi Jerry Diamond Komisaris BPR Agra Dhana Bantah Surat Dakwaan JPU dan Akui tidak ada Izin dari BI


Saksi Jerry Diamond Komisaris BPR Agra Dhana (kiri) saat bersaksi di PN Batam, Selasa (3/10).

Dinamika Kepri, Batam - Mengenai alat bukti yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendakwa terdakwa Erlina, saksi Jerry Diamond Komisaris BPR Agra Dhana membantah alat bukti yang digunakan jaksa dengan mengatakan bukanlah hasil audit, melainkan hasil pemeriksaan internal BPR Agra Dhana.

 "Itu bukan hasil audit, tapi hasil pemeriksaan internal," ucap Jerry Diamond saat bersaksi di sidang lanjutan terdakwa Erlina di Pengadilan Negeri (PN) Batam, menjawab pertanyaan dari Penasehat Hukum (PH)  terdakwa, Manuel P Tampubolon, Selasa (2/10).

Baca juga: Otak-atik Rekening Nasabah Tampa Izin BI, Saksi Juni Crasin CS Bank Panin Terancam Masuk Bui

Pada pemeriksaan saksi ini, kepada majelis hakim yang diketuai oleh hakim Mangapul Manalu, saksi Jerry mengatakan, terdakwa sebelum dilaporkan ke polisi, sudah membayarkan semua uang milik BPR Agra Dhana.

"Semua sudah dikembalikan, tinggal bunganya saja," kata saksi Jerry.

Tak hanya itu, saksi juga mengatakan pihak BPR Agra Dhana setiap tahunnya rutin melakukan pemeriksaan pembukuan keuangan internal perusahaannya.

Kendati dikatakannya setiap tahun rutin melakukan pemeriksaan internal, namun masih menemukan kejanggalan transaksi dari tahun yang sudah diperiksa internal sebelumnya.

Baca juga: Saksi Beni BPR Agra Dhana Diduga Ingin Permalukan Jaksa dalam Persidangan

"Kejanggalan itu ditemukan Beni. Transaksi itu terjadi pada tahun lalu. Terdakwa melakukan pemindahan uang Rp 240 juta dari rekening Bank Panin ke rekening pribadinya, tapi sudah dikembalikan," kata Jerry.

Ketika ditanya PH terdakwa bertanya, apakah sebelum alat bukti rekening terdakwa yang sudah dipublikasikan saksi di muka persidangan telah mendapat izin tertulis dari Bank Indonesia (BI), jawab saksi Jerry, tidak ada.

"Itu tidak ada," jawab Jerry ke PH terdakwa sembari tampak gugup.

Mengenai keterangan saksi, terdakwa Erlina kepada hakim menyatakan sebagian keberatan keterangan saksi.

"Sebagian keberatan yang mulia, karena rekening saya telah dipublikasikan di muka umum tampa izin dari saya. Selain itu saya juga keberatan jika semua transaksi yang disebutkan itu tidak tercantum di akutan publik," tegas Erlina.

Setelah mendengar keterangan saksi, hakim Mangapul lalu mengetuk palu mengudur dan melanjutkan sidang besok pada hari Rabu tanggal 3 Oktober 2018 dalam agenda pemeriksaan saksi berikutnya.

Baca jugaErlina Korban Dugaan Pemerasan Direksi PT. BPR Agra Dhana Melapor ke OJK

Menurut UU RI Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan pada pasal 42 dan 47, saksi yang telah mempublikasikan rekening pribadi terdakwa di muka umum tampa izin maupun dari BI, terancam akan dipidanakan oleh pihak terdakwa.

"Kita akan melakukan upaya hukum, karena saksi telah melanggar UU tentang perbankan," tutup Manuel P Tampubolon usai persidangan.

Sebelumnya pihak BPR Agra Dhana melaporkan Erlina ke polisi atas tuduhan penggelapan jabatan dengan kerugian bunga Rp 4 juta. Namun di dalam dakwaan JPU mendakwa kerugian BPR Agra Dhana Rp 117 juta.

Tak hanya, terdakwa juga sudah menyetorkan uang melebihi yang dituduhkan oleh pihak BPR Agra Dhana. Dituduhkan gelapkan Rp 420 juta, namun sebelum dilporkan ke polisi terdakwa telah menyetorkan Rp 929 juta yakni selisih Rp 509 juta dari yang dituduhkan.

Mirisnya, walau sudah menyetorkan melebihi yang dituduhkan, pihak BPR Agra Dhana masih mengakui rugi Rp 4 juta.(Ag)