Thursday, 11 October 2018

Pekerja Gelper SS Zone Botania Dihukum 7 Bulan Penjara


Para terpidana tindak perjudian Gelper usai sidang putusan, di PN Batam, Kamis (10/10).


Dinamika Kepri, Batam - Tujuh dari sembilan orang terdakwa, Dedy Sugianto, Nuraida Suhada, Rismawati, Ali Akbar, Riani, Pendi dan Sumarno perkara perjudian Gelangang Permainan  Ekektronik (Gelper) SS Zone Botania, divonis 7 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (10/10).

Sedangkan dua terdakwa lainnya, Yosef Fransisko dan Sahrul yang merupakan pemain Gelper, divonis 6 bulan 15 hari potong masa tahanan.

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Mangapul Manalu, dalam amar putusan dibacakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 303 tentang perjudian.

Baca juga: Hakim PN Batam Minta Petinggi Polri di Polda Kepri Tutup Gelper

Terhadap putusan itu, para terpidana ke majelis hakim menyatakan menerima hukumannya.

"Kami terima yang mulia," ucap para terpidana bergantian.

Tak hanya itu, para terpidana kepada hakim juga berjanji tidak akan mengulanginya perbuatan itu lagi.

Sama halnya dengan jaksa penuntut, Rumondang Manurung, juga menerima.

" Terima," kata Rumondang.

Sedangkan barang bukti dalam perkara ini, dirampas untuk negara.

Hukuman ke dua pemain itu lebih ringan 15 hari dibanding 7 terpidana lainnya,  lantaran ke 7 terpidana ialah merupakan pekerja Gelper.

Baca jugaGelper sulit di basmi, kenapa? Ini rahasianya

Ke-7 terpidana itu dari mulai tingkatan Manager, Mikanik mesin, kasir dan wasit.

Sedangkan Ali Muliadi yang merupakan Bos Gelper SS Zone di Botania itu sampai saat ini belum ditangkap.

"Mereka ini hanya korban, Ali Muliadi Bos Gelper SS Zone itu harusnya juga ditangkap dan diadili. Tapi mau bagaimana lagi, terpidana mau melaporkannya pun percuma, karena bos Gelper itu tidak tahu lagi di mana keberadaanya," kata penasehat hukum terdakwa, Abraham Rodo Suryono dari Yayasan Mawar Saron usai sidang ke awak media ini.

Mengingat para terpidana itu ditahan sejak bulan Maret 2018, maka untuk saat ini masa tahanan yang mereka jalani tinggal menghitung hari.(Ag)