Saturday, 6 October 2018

Peduli Palu, Sigi dan Donggala, Bright PLN Batam Kirim Tim Relawan Bantu Perbaikan Jaringan Listrik


Relawan Tim bright PLN Batam yang akan diberangkatkan melakukan foto bersama usai acara pelepasan. 

Dinamika Kepri, Batam - Peduli Palu, Sigi dan Donggala yang terkena bencana tsunami dan gempa, 1 tim sebanyak 12 orang relawan dari mitra kerja bright PLN Batam dan karyawan bright PLN Batam yang ahli di bidangnya, dikirimkan untuk membantu perbaikan kerusakan jaringan listrik.

Keberangkatan ke-12 orang tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan dan SDM Bright PLN Batam, Bayu Widiarto  dengan didampingi Manager of Public Relations bright PLN Batam, Bukti Panggabean, di depan kantor bright PLN Batam, Batam Center, Batam, Kepri, Sabtu (6/10).

Dari 12 orang yang diberangkat tersebut terdiri dari ahli listrik tegangan rendah dan tinggi, serta tenaga safety bersertifikasi K3.

"Untuk membantu perbaikan jaringan listrik pasca Tsunami di Donggala, bright PLN Batam akan memberangkatkan 12 orang. Ini kebijakan managemen, artinya sebagai bentuk peduli bright PLN Batam terhadap kejadian tsunami di Donggala," ujar Bukti.

Manager of Public Relation bright PLN Batam, Bukti Panggabean.
Menurut Bukti Panggabean, ke -12 orang itu akan berangkat besok, Minggu (7/10).

"Harusnya berangkat hari ini, tapi karena ada penundaan, maka besok berangkatnya," terang Bukti.

Sedangkan untuk masa tugas di Donggala, Tim dari bright PLN Batam itu nantinya akan menghabiskan waktu selama 15 di sana.

Kata bukti, selain mengirimkan tim untuk membantu perbaikan jaringan listrik di Donggala, pihaknya juga akan mengirimkan bahan-bahan material listrik yang akan diperlukan.

"Selain tim, kita juga akan mengirimkan material alat-alat listrik yang akan dibutuhkan," kata Bukti.

Pada 28 September 2018 lalu, bencana tsunami telah meluluhlantahkan Kota Donggala, Sulawesi tengah.

Kejadian itu telah meninggalkan luka dan duka yang begitu berat bagi masyarakat yang bermukim di sana maupun bangsa indonesia.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan. Dari pemulihan korban hingga perbaikan infrastruktur tentunya membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Dahsyatnya gempa dan tsunami yang menerpa kota itu telah membuat ribuan
orang kehilangan nyawa. Dua ribuan orang terluka dan puluhan ribu orang mengungsi.

"Kita berharap kondisi kota Donggala cepat pulih, baik kondisi masyarakatnya maupun infrastrukturnya, itu harapan kita, begitu juga Palu dan Lombok," tutup Bukti Panggabean.(Ag)