Thursday, 25 October 2018

Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp 120 Juta, Terdakwa Paulus Baun Menangis di Persidangan


Terdakwa Paulus Baun alias Amros alias Sadrak Banoet (baju merah) tampak menangis usai sidang mendengarkan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (25/10).

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Paulus Baun alias Amros alias Sadrak Banoet perkara dugaan tindak penjualan orang (trafficking), dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 4 tahun penjara denda Rp 120 juta subsider kurungan 3 bulan penjara.

Oleh JPU, saat membacakan tuntutan,  terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 Jo Pasal 17 undang – undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Terdakwa Paulus Baun alias Amros alias Sadrak Banoet 

Terhadap tuntutan itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Edward Kamaleng SH kepada hakim mengatakan akan melakukan pembelaan terhadap terdakwa.

Untuk pembelaan itu, hakim Martha yang memimpin sidang memberikan waktu 1 minggu ke PH terdakwa.

Tak hanya itu, sesaat usai dituntut jaksa, terdakwa juga terlihat menangis.

Bahkan sebelum terdakwa meninggalkan ruang sidang, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus menyempatkan diri untuk menjabat tangan terdakwa.

Baca juga: Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Terdakwa Paulus Baun Terancam Kurungan 15 Tahun Penjara

Sebelumnya, terdakwa ini dilaporkan ke polisi oleh para aktivis kemanusia dari Rumah Faye, Yayasan Embun Pelangi, Gerhana, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, LIBAK, Linus, Dunia Viva Wanita, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batam.

Terdakwa dilaporkan karena diduga telah melakukan tindak perdagangan orang cara memperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Batam, yang korbannya itu adalah ponakannya sendiri yang mana saat itu korban masih berumur 14 tahun.(Ag)