Saturday, 13 October 2018

Diduga Kebal Hukum, Kepala Bank Panin Cabang Pelita Mangkiri Panggilan Hakim


Bank Panin Batam. (Ilustrasi)

Dinamika Kepri, Batam - Kepala Bank Panin Cabang Pelita, Batam pada sidang lanjutan pada hari Kamis (11/10), kembali mangkir dari panggilan hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Kendati sudah tiga kali pemanggilan untuk sidang, namun kepala Cabang Bank Panin itu tidak mengindahkannya.

Ada dugaan kepala Bank Panin Cabang Pelita, Batam tidak lagi taat hukum alias kebal hukum, sehingga mampu mengabaikan tiga kali panggilan hakim pengadilan Negeri Batam.

Bank Panin selaku tergugat III, digugat oleh PT.Glory Poin karena telah  membatalkan pengajuan kredit KPR sebanyak 8 konsumen sehingga perusahaan pengembang itu mengalami kerugian seniliai Rp 2,6 miliar.

Pembatalan itu dilakukan Bank Panin karena adanya pemberitaan di salah satu media harian cetak di Batam yang memuat berita dengan judul "Izin PT.Glory Point dibekukan Pemko Batam".

Dan parahnya, pembatan itu dilakukan oleh pihak Bank dengan lisan dan melalui obrolan Whatsaap (WA).

Pada sidang hari Kamis 11 Oktober 2018 lalu, terpantau media ini majelis hakim yang diketuai hakim Candra melakukan mediasi dengan kuasa hukum PT.Glory Poin, Nasib Siahaan dan dihadiri tergugat I dan II. Pada sidang itu, perwakikan Bank Panin Cabang Pelita, tampak tidak hadir.

"Pengadilan sudah tiga kali melakukan pemanggilan secara tertulis, namun kepala cabang Bank Panin Pelita itu tidak hadir, sedangkan tergugat satu dan dua hadir, mereka taat hukum," kata Nasip Siahaan usai menghadiri persidangan dari PN Batam.

Menurut Nasib, pihaknya mengugat Bank Panin Cabang Pelita itu karena telah melakukan pembatalan pengajuan kredit KPR konsumen secara lisan dan melalui WA marketing ibu Leni yang bekerja di bank tersebut karena pemberitaan yang tidak pasti kebenarannya.

Kata dia, akibat pembatalan itu, pihaknya merugi hingga Rp 2,6 miliar.

"Bank Panin Cabang Pelita sebelumnya telah melakukan pembatalan terhadap 8 konsumen dengan beralasan adanya pemberitaan dari salah satu media harian di Batam yang berjudul 'Izin PT.Glory Point dibekukan Pemko Batam'. Itulah dasar mereka membatalkannya. Padahal izin kami tidak benar dibekukan oleh Pemko Batam," kata Nasib.

"Soal berita tak benar itu, pihak perusahaan (Glory Poin=red) juga sudah memberikan bantahannya, dan telah dimuat di media tersebut, tetapi pihak bank panin tetap bertahan, maka itu kami mengugatnya. Artinya karena pembatalan itu, Glory Point merugi Rp 2,6 miliar," lanjutnya.

Mengenai ketidakhadiran pada sidang sebelumnya, Sabtu (13/10) siang, melalui panggilan selular dan pesan singkat via WA, awak media ini telah berusaha melakukan konfirmasi kepada Mega, Kepala Bank Panin Cabang Pelita itu, namun ia tidak meresponnya.

Hingga sampai berita ini diunggah pada pukul 15:31 Wib, Mega belum juga menjawab, apakah dia kebal hukum atau tidak.(Ag)