Monday, 3 September 2018

Tiga Komplotan Penipu antar Negara Via FB Disidangkan di PN Batam


Dua saksi dan tiga terdakwa Diah Sawitri (WNI), Uzonna Nkemjika Anthony alias King dan Athanasius Ugochukwu (WNA) asal Negeria (baju merah) saat sidang di PN Batam, Senin (3/9) siang.

Dinamika Kepri, Batam - Tiga terdakwa Diah Sawitri (WNI), Uzonna Nkemjika Anthony alias King dan Athanasius Ugochukwu (WNA) asal Negeria pelaku tindak penipuan antar lintas negara melalui akun Facebook (FB), disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (3/9) siang.

Sidang yang dipimpin hakim Jasael ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmarlina menghadirkan 2 orang saksi, 1 saksi korban, Boru Tampubolon dan 1 orang saksi Heru, penangkap dari kepolisian Polresta Barelang.

"Saya ditipu yang mulia, awalnya ada yang mengirimkan pesan melalui FB saya dengan mengatakan kalau saya telah mendapatkan paket hadiah berisi uang 800 ribu Dollar Amerika. Untuk mendapatkan paket hadiah itu, mereka meminta biaya ongkos pengiriman dan saya menurutinya alasannya karena paket itu dikirim dari Amerika," kata saksi korban, Boru Tampubolon.

Untuk melancarkan aksi penipuannya di Indonesia, kedua terdakwa warga negara Negeria itu juga merekrut seorang wanita bernama Diah warga negara indonesia yang diketahui salah satu pacar dari terdakwa yang bernama King.

Tiga terdakwa Athanasius Ugochukwu, Uzonna Nkemjika Anthony alias King  (WNA) asal Negeria dan Diah Sawitri (WNI).
King menggunakan pacarnya, karena korban tidak memahami bahasa Inggris.

Menurut saksi korban, katanya setelah membaca pesan di akun FB nya, ia tertarik dengan hadiah yang diimingi tersebut. Setelah itu terjadilah chatingan dengan si pengirim pesan.

Dari chatingan itu, saksi lalu memberikan nomor ponselnya kepada si pingirim pesan. Tak lama nomor ponsel diberikan, terdakwa Diah lalu meneleponnya dengan menyuruhnya untuk segera mentransferkan sejumlah uang.

"Terdakwa Diah menghubungi saya, ia meminta transfer uang, lalu saya mengirimkan uang Rp 69,9 juta," lanjut saksi.

Ternyata setelah uang yang diminta telah ditransferkan korban, paket hadiah yang dijanjikan bukannya dikirimkan, Diah malah mengatakan jumlah transferan itu masih kurang.

"Karena saya merasa telah ditipu, saya lalu melaporkannya kejadian itu polisi," terang saksi.

"Dan uang yang saya kirim itu telah dikembalikan setelah mereka ditangkap polisi dari Jakarta," lanjutnya.

Dari laporan korban ke Polresta Barelang, selang berapa hari, para terdakwa berhasil ditangkap di Jakarta dan langsung dibawa ke Batam.

"Setelah menerima laporan dari korban, kami langsung bergerak. Ketiga terdakwa ini ditangkap di Jakarta lalu dibawa ke Batam," terang saksi Heru kepada hakim.

Kepada majelis hakim, ketiga terdakwa juga membenarkan semua keterangan para saksi. Tak hanya itu, para terdakwa juga menyesali perbuatannya.

"Kami menyesal yang mulia," kata para terdakwa melalui penerjemahnya.

Menurut pengakuan para terdakwa, mereka baru sekali itu melakukan. Mereka melakukan itu atas perintah seorang tentara Amerika bernama Gerald.

Pengakuan lainnya, terdakwa juga mengaku mereka memiliki jaringan di Kamboja.

Usai sidang pemeriksaan saksi dan pemeriksaan ketiga terdakwa dilakukan,  Majelis menunda sidang ke minggu depan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Dalam perkara ini, oleh JPU ketiga terdakwa ini dijerat pidana Pasal 372KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penggelapan atau Pasal 378 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP tentang penipuan.(Ag)