Thursday, 20 September 2018

Terdakwa 40 Ribu Butir Pil Ekstasi Sebut Saat Diperiksa Penyidik di Bawah Tekanan, Saksi Tunjukan Rekaman CCTV


Para terdakwa 40 ribu butir pil ekstasi  usai menghadiri sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam -  Sidang lanjutan 4 terdakwa Warga Malaysia, Tiu Hu How alias Ah How, Bong Hae Yuan alias Ayen, Lee Bing Chong alias Acong, dan Ngo Chee Wei alias Awei 40 ribu pil ekstasi digelar kemabali di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (19/9).

Dalam sidang ini, jaksa menghadirkan 4 orang saksi yakni 2 dari penyidik dari BNNP Kepri dan Dani dan Firman, serta 2 orang saksi dari sipil yakni Juhrin Pasaribu PH pendamping terdakwa, Albert saksi perjenerjemah dan rekaman kamera CCTV saat dilakukan pemeriksaan saksi oleh penyidik.

"Ke empat terdakwa kami periksa, namun bergantian. Yang pertama saya periksa Tiu Hu How alias Ah How, dan Lee Bing Chong, dan yang memeriksa Bong Hae Yuan alias Ayen dan Ngo Chee Wei alias Awei diperiksa penyidik Firman," kata Dani penyidik BNNP Kepri.

Karena ke empat terdakwa mengaku dipaksa mengaku saat pemeriksaan di kantor BNNP Kepri. Saksi Verbal lisan penyidik BNN pun akhirnya menunjukkan rekaman video pemeriksaan ke Majelis Hakim Mangapul Manalu didampingi Hakim anggota Taufik dan Rozza.

Setelah menyaksikan rekaman video tersebut, Hakim Mangapul menyampaikan, bahwa tidak ada tekanan sebagaimana yang diutarakan para terdakwa.

"Tidak ada tekanan saya lihat di video ini. Bebas ko kalian terdakwa, bahkan bisa mondar-mandir, bahkan makanan pun diberikan kepada kalian terdakwa. Kenapa kalian (terdakwa) bilang ada pemaksaan yang dilakukan penyidik," kata Hakim Mangapul Manalu kepada ke empat terdakwa.

Bahkan dalam rekaman pun, juga terungkap bahwa para terdakwa mengakui uang yang dijemput, merupakan uang hasil penjualan pil ekstasi yang diberikan oleh Sas (DPO).

"Rekaman ini sangat berlawanan dengan bantahan para terdakwa selama persidangan berlanjut. Kalian terdakwa membuang-buang waktu persidangan saja," kata Mangapul.

Kemudian, kata Hakim Mangapul, keterangan kedua saksi penyidik, juga dibenarkan oleh saksi PH dan penerjamah pertama para terdakwa di penyidikan.

"Semua keterangan para terdakwa sesuai di BAP. Tidak ada tekanan sama mereka, itu juga disaksikan penerjemah pertama," kata Juhrin Pasaribu.

Terkait uang hasil bisnis Narkoba 40 ribu pil ekstasi, Penasehat Hukum terdakwa menanyakan uang tersebut. "Apakah waktu penyidikan, ada uang itu," tanya PH ke empat terdakwa.

"Tidak ada kami lihat uang itu saat penyidikan, tapi menurut pengakuan ke empat terdakwa uang itu ada," kata penyidik BNNP Kepri.

Hal yang sama juga disampaikan oleh saksi penerjemah Albert.

"Semua keterangan para terdakwa sesuai di BAP," kata Albert.

Menanggapi keterangan para saksi verbalisan tersebut, ke empat terdakwa terdiam dan menerima keterangan ke empat saksi.

Pantuan media, pemeriksaan saksi kini sudah selesai dan selanjutnya akan dilakukan agenda sidang tuntutan terhadap para terdakwa.

"Mohon waktunya diberikan satu minggu yang mulia," kata Jaksa Rumondang, kepada majelis hakim.(Ag/Al).