Wednesday, 5 September 2018

Soal Ganti Rugi Penggusuran Pemukiman di TPA Punggur, Ini Kata Ruslan Ali Wasim


RDP soal pembahasan ganti rugi Penggusuran Pemukiman di TPA Punggur di Komisi I DPRD Batam, Rabu (5/9/2018) siang.

Dinamika Kepri, Batam - Setelah menunggu hampir Satu jam lebih duduk di teras Kantor Dprd Kota Batam, Warga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur yang terkena dampak Gusuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, akhirnya diterima Komisi I DPRD Batam untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (5/9/2018) siang.

Dalam RDP tersebut, perwakilan warga yang hadir ke DLH meminta kejelasan atas rumah mereka yang di gusur tidak ada ganti ruginya.

"Kami minta bapak- bapak yang hadir dalam rapat ini, bisa membantu kami dalam penggusuran ini, karena kami sudah tinggal di TPA sudah puluhan tahun, janganlah kami di gusur saja seperti itu, kami manusia dan tolonglah dimanusiakan," ujar salah seorang warga.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ruslan yang memimpin rapat mengatakan saya prihatin.

"Saya sangat prihatin atas kejadian yang dialami oleh warga ini, dan sebagai perwakilan warga kabil, saya juga akan mencoba membantu untuk memediasi kepada instansi - instansi terkait, agar permasalahan yang dialami oleh warga bisa terbantu," kata Ruslan Ali Wasim.

Ia juga mengatakan bahwa dalam hal itu, komisi I tupoksinya hanya bisa mencoba membantu untuk memediasinya, karena tidak ada kewenangan untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Komisi I akan mencoba memediasikan hal ini, dan untuk rapat selanjutnya, pihak kita akan memanggil pihak dari BP Batam dan Pemko Batam untuk mencarikan solusinya," tutupnya.

RDP ini dipimpinan anggota Komisi I Ruslan Aliwasim dan Yudi Kurnaian, dengan dihadiri dari Dinas lingkungan hidup, Lurah Kabil Sapaat, Rw 10, Sopian, Rt 04, Zainal, serta beberapa warga TPA Telaga Punggur.(Ag)