Thursday, 6 September 2018

Sidang Lanjutan 40 Ribu Pil Ekstasi, Lee Bing Chong: Uang itu Ada


Suasana sidang 40 ribu butir Pil Ekstasi, di PN Batam, Rabu (5/9) malam.
Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan 4 orang terdakwa Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Tiu Hu How, Ngo Chee Wei, Bong Hae Yuan dan Lee Bing Chong perkara kasus Narkotika jenis Pil Ekstasi dengan barang bukti (BB) sebanyak 40 ribu butir dan uang $ 240 ribu (Dollar Singapura) yang sebelumnya ditangkap BNNP Kepri di kamar hotel 722 Planet Holiday Batam, sidangnya kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (5/9) malam.

Sidang yang diketuai hakim Mangapul Manalu ini, dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan 2 saksi antara sesama terdakwa.

Baca juga: Di Fakta Sidang Terdakwa Ngo Chee Wei Benarkan ada BB Ratusan Ribu Dollar, Lalu Siapa SAS?

Sidang ini terpantau bahwa dari pertanyaan yang dilontarkan, baik hakim maupun Penasehat Hukum (PH) terdakwa, lebih mengarah ke uang pembelian pil ekstasi senilai $ 240 ribu dollar yang tidak ada dipembuktian, kendati ada disebutkan di dalam dakwaan.

Kedua terdakwa, Lee Bing Chong dan Tiu Hu How saat bersaksi, membenarkan kepada hakim, bahwa uang itu ada, sebab SAS (DPO) telah menunjukan uang ratusan ribu Dollar Singapura itu kepada mereka.

"Uang itu ada, SAS telah menunjukan uang itu kepada saya. Kalau jumlah tidak tahu pasti, tapi ada ratusan ribu dollar Singapura. Ia menyimpannya dalam tas di Sefty Box di kamar kecil dekat resepsionis," kata terdakwa Lee Bing Chong melalui penerjemahnya kepada hakim.

Terkait uang itu, PH terdakwa juga menanyakan kepada terdakwa, apakah saat dilakukannya penangkapan dan membawa mereka ke kantor BNNP Kepri saat itu ada melihat petugas membawa uang itu? saksi Lee Bing Chong menjawab, tidak ada membawanya.

" Tidak dibawa," kata Lee Bing Chong.

Jaksa maupun hakim dalam persidangan juga mengingatkan, agar para terdakwa tidak berbelit-belit saat memberikan kesaksiannya.

Selain pertanyaan lebih mengarah ke uang yang tidak tahu di mana rimbanya itu, pertanyaan hakim juga mengarah seakan tidak mempercayai bahwa para terdakwa tidak hanya sebagai penjemput uang saja.

Baca jugaSidang 4 Terdakwa BB 40 Ribu Butir Pil Ekstasi dan 240 Ribu Dollar Singapura Ditunda

"Jangan bohonglah, masa kamu mau menerima upah RM 1500 kalau tidak ada kerjanya, difasilitasi disiapkan kamar hotel, emang di Malaysia jemput uang dibayar ya?," tanya hakim kesal kepada terdakwa

Dari pertanyaan hakim itu, ada dugaan para terdakwa juga yang membawa pil ekstasi itu ke Batam.

Tak hanya itu, penjemputan uang 180 ribu dollar Singapura yang mereka lakukan sebelumnya berhasil, juga mereka terima dari orang yang sama yakni bernama SAS.

Setelah memeriksa ke dua terdakwa yang saling bersaksi, terdakwa lainnya juga saling membenarkannya.

Melihat waktu sudah semakin malam, hakim lalu menunda sidang ke pekan depan ke agenda sidang berikutnya.

Pada sidang sebelumnya, oleh JPU Romondang Manurung, para terdakwa diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dari pasal yang dijeratkan, para terdakwa terancam hukuman mati.(Ag)