Tuesday, 18 September 2018

Saksi Tak Hadir, Sidang Erlina Kembali Ditunda


Suasana sidang terdakwa Erlina di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Setelah sebelumnya ditunda, sidang perkara dugaan penggelapan dalam jabatan terdakwa Erlina kembali ditunda oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam lantaran saksi verbal lisan (penyidik) tidak dapat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (19/9).

Namun, sebelum sidang diundur ke agenda berikutnya, kepada majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Manuel P. Tampubolon meminta agar di sidang berikutnya, JPU menghadirkan saksi pelapor Bambang Heriyanto mantan Direktur BPR Agra Dhana.

Baca jugaApakah Sidang Terdakwa Erlina Masih akan Berlanjut?

“Yang mulia,  untuk di sidang berikutnya,  kami meminta  agar JPU dapat menghadir saksi Bambang Heriyanto mantan Direktur BPR Agra Dana sebagai pelapor, karena Bambang adalah merupakan saksi kunci, dalam perkara ini,” pinta Manuel P Tompubolon kepada majelis hakim.

Menanggapi permintaan PH Erlina, majelis hakim mempertanyakan hal itu ke JPU.

“Siap yang mulia. Hari ini kami minta sidang ditunda karena saksi tidak bisa hadir akibat sakit,” kata JPU Samsul Sitinjak.

Selain itu, hakim Mangapul Manalu juga mengigatkan jaksa agar di sidang berikutnya dapat menghadirkan saksi dengan tepat waktu.

“Untuk mempercepat sidang, maka jadwal sidang ini akan digelar dua kali sepekan. Dimintakan juga kepada jaksa agar menghadirkan saksi datang tepat waktu,” kata Magapul Manalu lalu mengetuk palu.

Terkait perkara ini, saat ini memang tengah menjadi perhatian publik apa lagi bagi para nasabah BPR di Batam.

Baca juga: Saksi Beni BPR Agra Dhana Diduga Ingin Permalukan Jaksa dalam Persidangan

Sebelumnya, terdakwa Erlina yang merupakan mantan Direktur BPR Agra Dhana. Awalnya ia dilaporkan ke polisi dalam pengelapan jabatan dengan kerugian bunga uang BPR Agra Dhana Rp 4 juta.

Namun di dalam dakwaan JPU, Erlina dituduh menggelapkan uang BPR itu Rp 117 juta. Dan parahnya, sebelum dilaporkan rugi bunga Rp 4 juta ke polisi, BPR Agra Dhana rugi Rp 420 juta.

Di bawah tekanan, pengakuan Erlina ia sudah membayarnya, bahkan membayar hingga Rp 929 juta namun tetap dilaporkan dengan kerugian Rp 4 juta.

Baca jugaErlina Korban Dugaan Pemerasan Direksi PT. BPR Agra Dhana Melapor ke OJK

Yang paling parahnya lagi, ternyata alat bukti yang digunakan jaksa untuk mendakwa terdakwa Erlina yang sebelumnya di sebut hasil audit internal dan OJK, adalah kebohongan besar, sebab saksi Beny Direktur BPR Agra Dhana saat bersaksi, mengakuinya dengan mengatakan kalau alat bukti itu bukan hasil audit, tetapi merupakan hasil tracing pribadinya.

Menanggapi hal aneh itu, PH terdakwa mengatakan akan tetap menyerahkan sepenuhnya kepada hakim.

“Apapun putusannya nanti, kami tetap menyerahkan sepenuhnya kepada hakim,”tutupnya.(Ag/Pr)