Thursday, 27 September 2018

Putusan Sidang Kasus 55 Kg Katinon, Jaksa Tuntut 20, Hakim Vonis 5 Tahun


Usai putusan, terpidana Yatrika Faradiba (pakai jilbab) dikawal ketat petugas.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Yatrika Faradiba alias Rika pemasok daun katinon atau daun Chats dari Etiopia seberat 55 kilogram jenis Narkotika golongan 1 divonis 5 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 tahun penjara oleh hakim Hera Polosia Destiny didampingi Hakim anggota Reditte Ikas dan Jasael, Kamis (27/9) sore di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Hukuman yang dijatuhkan hakim terhadap terpidana Yatrika, lebih ringan 15 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 20 tahun penjara.

Dalam amar putusan, hakim Hera membacakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika pasal 111 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, dan menjadi perantara pengiriman barang paket daun Chat/Katinon ke Batam.

"Karena terbukti bersalah, terdakwa dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 5 tahun, denda 1 milliar, subsuder 6 bulan kurungan penjara bila tidak dibayar," baca hakim Hera.

Atas putusan itu, kepada hakim terdakwa mengatakan menerimanya.

"Saya terima yang mulia," kata terdakwa.

Sedangkan JPU Nani Herawati yang sebelumnya menuntut terdakwa 20 tahun penjara, terhadap putusan itu, kepada hakim ia mengatakan  pikir-pikir.

"Pikir-pikir yang mulia," kata jaksa Nani.

Mengingat hukuman yang dijatuhkan hakim terhadap terpidana di bawah dari setengah dari tuntutan jaksa, ketika awak media ini melakukan konfirmasi melalui pesan singkat WA ke Kasi Pidum Kejari Batam, apakah pihaknya akan melakukan banding terkait ringannya putusan itu, sampai berita ini diunggah pada pukul 20:26 Wib, Kamis (27/9), Filfan Fajar Dermawan Laia, SH belum menjawabnya.

Oleh terpidana, Narkotika jenis tumbuhan tersebut sebelumnya didatangkannya dari Ethiopia masuk ke Batam.

Menurut pengakuannya dalam persidangan, dirinya sudah 12 kali berhasil memasukan barang haram itu ke Batam dan saat ke-13 kalinya, ia tertangkap.

Waktu itu terpidana ditangkap polisi dari Reserse Narkoba Polda Kepri dengan barang bukti 55 kilogram daun katinon di dalam 3 kardus.

Selama 12 kali pengiriman melakukan daun katinon dari Etiopia itu ke Batam, terpidana telah mendapatkan upah 36.000 Ringgit Malaysia atau sekitar 180 juta.

Hasil upah itu sebagiannya sudah digunakannya untuk membiayai sekolah anak-anaknya, dan sisanya Rp10 juta yang tersimpan di rekening BRI dan BNI  disita petugas untuk barang bukti.

Menanggapi ringannya hukuman yang dijatuhkan hakim terhadap kleinnya, Penasehat hukum terdakwa, kepada media Mahendra MZ mengatakan, karena alasan kemanusian.

Kesannya perkara ini aneh bin ajaib, JPU tuntut terdakwa dengan pasal 114, namun hakim pakai pasal 111.(Ag)