Tuesday, 25 September 2018

Otak-atik Rekening Nasabah Tampa Izin BI, Saksi Juni Crasin CS Bank Panin Terancam Masuk Bui


Saksi Juni Crasin (kiri) saat bersaksi di PN Batam, Selasa (25/9).

Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan perkara dugaan penggelapan dalam jabatan di Bank BPR Agra Dhana terdakwa Erlina dengan kerugian bunga uang Rp 4 juta, kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (25/9/2018) siang.

Dalam sidang kesekian kalinya ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmarlina menghadirkan saksi Juni Casrin, Costumer Service (CS) Bank Panin Cabang Nagoya, Batam, Kepri.

Namun saat bersaksi dipersidangan, Juni Casrin lebih banyak terdiam seribu bahasa ketika giliran Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Manuel P Tampubolon bertanya kepadanya.

Baca juga: Saksi Beni BPR Agra Dhana Diduga Ingin Permalukan Jaksa dalam Persidangan

Sidang yang diketuai oleh hakim Mangapul Manalu ini, terungkap bahwa saksi telah melakukan pelanggaran berat dalam perbankan, karena telah sengaja masuk ke acunt rekening pribadi terdakwa tampa memiliki izin tertulis dari Bank Indonesia (BI).

Saat itu saksi terdiam ketika Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Manuel P Tampubolon menanyakan, apakah saksi memiliki izin tertulis dari BI untuk memberikan data nasabahnya kepada penyidik maupun jaksa? dengan nada suara pelan, saksi menjawab tidak ada.

"Itu tidak ada," jawab saksi Juni Casrin kepada Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Manuel P Tampubolon.

Dari keterangan saksi dipersidangan, ternyata saksi telah mengotak-atik rekening pribadi terdakwa Erlina dan tidak bisa menunjukan surat izin bukti tertulis dari Bank Indonesia (BI) dalam persidangan.

Dalam sidang, Manuel P Tampubolon lalu membacakan apa ganjaran jika seseorang melakukan apa yang dilakukan saksi.

Baca jugaSaksi Tak Hadir, Sidang Erlina Kembali Ditunda

Baca PH terdakwa bahwa menurut UU RI Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang mana pada pasal 42 dan 47, saksi terancam dipidana.

Pasal 42.

1. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, Pimpinan Bank lndonesia dapat memberikan izin kepada polisi, jaksa, atau hakim untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau terdakwa pada bank.

2. lzin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan secara tertulis atas permintaan tertulis dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jaksa Agung atau Ketua Mahkamah Agung.

3. Permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus menyebutkan nama dan jabatan polisi jaksa, atau hakim nama tersangka atau terdakwa alasan diperlukannya keterangan dan hubungan perkara pidana yang bersangkutan dengan keterangan yang diperlukan.

Pasai 47. 

1. Barang siapa tanpa membawa perintah tertulis atau izin dari pimpinan Bank indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 41, pasal 41A, dan pasal 42, dengan sengaja memaksa bank atau Pihak Terafiliasi untuk memberikan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 40, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2  tahun dan paling lama 4 tahun penjara serta denda sekurang-kurangnya Rp10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar.

2. Anggota Dewan Komisaris, Direksi, pegawai bank atau pihak Terafiliasi lainnya yang dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan menurut pasal 40, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahun dan pa|ing lama 4 tahun serta denda sekurang kurangnya Rp 4 miliar dan paling banyak Rp 8 miliar.

Baca juga: Erlina Korban Dugaan Pemerasan Direksi PT. BPR Agra Dhana Melapor ke OJK

Setelah PH terdakwa membacakan itu kepada saksi, kepada majelis hakim, Jaksa Samsul Sitinjak lalu mengatakan keberatannya.

"Keberatan yang mulia, harusnya PH terdakwa hanya bertanya kepada saksi, bukan mengancamnya seperti itu," kata Samsul.

Dalam sidang mendengar keterangan saksi ini, sempat terjadi adu argumen antara PH terdakwa dengan Jaksa, namun tak berlansung lama.

Begitu juga dengan saksi yang terlihat sudah ciut nyali usai mendengarkan pasal-pasal yang dibacakan PH terdakwa, tampak sudah tak bisa berkata-kata lagi.

Sama halnya dengan Hakim Taufik Nenggolan dan hakim Rozza yang biasanya kerap mencerca banyak pertanyaan kepada setiap saksi, di sidang ini tidak demikian.

Melihat tidak ada lagi yang mengajukan pertanyaan kepada saksi, hakim Mangapul Manalu lalu menunda sidang dan akan dilanjutkan kembali besok, Rabu 26 September 2018 dalam agenda pemeriksaan saksi berikutnya.

Baca jugaSaksi Fitria dan Sutra Bersaksi Ucapan Bela Diri Tapi tak Bisa Tunjukan Barang Bukti Buat Hakim Kesal

Menanggapi tidak adanya izin BI terkait yang dilakukan oleh saksi terhadap rekening pribadi terdakwa Erlina, usai persidangan kepada media Manuel P Tampubolon mengatakan, bahwa pihaknya akan melaporkan hal itu tersebut ke pihak kepolisian.

"Masuk ke akun rekening pribadi orang lain tampa ada izin tertulis dari BI adalah merupakan pelanggaran, dan itu jelas diatur dalam UU perbankan. Ya, kami akan melaporkan tindakan saksi ke polisi," kata Manuel P Tampubolon.

Di tempat terpisah, di waktu saat Juni Casrin hendak pergi beranjak meninggalkan kawasan PN Batam, tampak seperti menangis diduga takut akan dilaporkan ke polisi.(Ag)