Friday, 14 September 2018

Kejari Batam Didemo Minta Tjipta Fudjiarta Dituntut Hukuman Berat, Filpan: Kami tidak ada Kepentingan dalam Perkara itu


Filpan Fajar D Laia, SH Kasi Pidum Kejari Batam saat memberikan penjelasan ke para pengunjuk rasa soal proses sidang perkara terdakwa Tjipta Fudjiarta, Jumat (14/9) pagi.

Dinamika Kepri, Batam - Ratusan orang pengunjuk rasa pendukung Conti Candra (pemilik Hotel BCC=red) dari berbagai Ormas, LSM dan OKP di Batam tergabung dalam yang diberi nama Oplo, melakukan aksi demo damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Jumat (14/9) pagi.

Kedatangan pengunjuk rasa ini lansung disambut oleh Kasi Pidum Kejari Batam Fipan Fajar D Laia, SH dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian dari Polresta Barelang.

Kepada Kasi Pidum, para pengunjuk rasa meminta agar perkara terdakwa Tjipta Fudjiarta dipercepat dan menuntut terdakwa dengan hukuman yang seberat-beratnya.

" Kami tidak akan main-main dalam perkara ini. Mengingat perkara ini sudah cukup lama, maka untuk menghemat biaya dan murah, sesuai aturan hukum yang berlaku, perkara ini akan segera dipercepat, namun sampai saat ini kami masih menyusun tuntutan yang seadil-adilnya, dan kami tidak ada kepentingan dalam perkara ini," kata Kasi Pidum kepada para pengunjuk rasa.

Ratusan warga Batam berunjuk rasa di depan kantor Kejari Batam, Jumat, (14/9) pagi.
Selain itu juga, para pengunjuk rasa sangat menyayangkan adanya pernyataan Kasi Pidum di media yang menyatakan akan mengirim isi tuntutan ke pihak penasehat hukum terdakwa Tjipta Fudjiarta, agar segera mempersiapkan waktu untuk pembelaan (pledoi).

"Selain meminta agar terdakwa Tjipta Fudjiarta dituntut hukuman berat, kami juga sangat menyayangkan adanya pernyataan Kasi Pidum di media yang mengatakan bahwa dalam 1 hari 2 hari pihaknya (jaksa) akan mengirimkan isi tuntutan ke PH terdakwa. Itukan tak bisa, tuntutan sebelum dibacakan dipersidangan, itu sifatnya rahasia, cukup hanya jaksa yang mengetahuinya," kata Eduard Kamaleng, SH selaku kordinator unjuk rasa kepada awak media ini.

Pantuan media ini pada sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta di Pengadilan Negeri (PN) Batam, memang kerap ditunda-tunda tampa alasan yang jelas.

Dalam bulan ini, jadwal sidang terhadap terdakwa sudah digandakan 2 kali seminggu yakni hari Senin dan Jumat. Itu dilakukan Hakim Tumpal Sagala untuk mempercepat agar perkara itu selasai, namun itu pun kadang sering ditunda.

Perkara ini sudah cukup lama berlangsung namun tak kunjung selesai, dan terhitung proses perkara ini sudah berjalan memakan durasi 206 hari sejak penetapan perkara hari Selasa tanggal 20 Februari 2018 dan sidang pertamanya dilakukan hari Senin tanggal 5 Maret 2018 yang lalu.

Oleh JPU, terdakwa Tjipta Fudjiarta dijerat dengan pasal berlapis di antaranya pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 266 tentang pemalsuan surat-surat terhadap akta otentik, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.(Ag)