Wednesday, 26 September 2018

Kabag Wasidik Polda Kepri Lakukan Pemusnahan Sabu 1064,8 Gram


Pemusnahan BB Narkotika jenis sabu 1064,8 gram di Mapolda Kepri, Selasa (25/9).

Dinamika Kepri, Batam - Kabag Wasidik AKBP I Nyoman Dewa Negara Sik, didampingi perwakilan BNNP Kepri, BPOM dan Pengacara, melakukan konferensi pers pemusnahan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis sabu 1064,8 gram.

Pemusnahan ini dilakukan pada pukul 10:00 WIB diruang Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri, Selasa (25/9).

Awalnya sabu itu 1.100 gram, lalu disisihkan seberat 33,2 gram untuk pemeriksaan Labfor. Selain itu disisihkan juga 2 gram untuk pembuktian perkara dan sisanya seberat 1064,8 gram lalu dimusnahkan.

Sabu tersebut ialah hasil setelah penangkapan dari seorang ABK berinisial RB di parkiran Pujasera Simpang Kara depan Ruko Golden Land, Kota Batam pada tanggal 1 September 2018 lalu.

Pada saat dilakukan penangkapan tersebut, dari RB ditemukan 1 bungkus plastik warna kuning emas merk Chines Tea yang dibalut Lakban warna hitam berisikan sabu dengan berat 1.100 gram.

Sabu itu didapat saat disimpan di belakang kursi mobil RB. Dari keterangan RB, bungkusan itu dibawa dari Malaysia ke Batam dengan menggunakan Kapal Ferry (Situlang Laut-Batam Centre) pada hari sebelumnya.

Setelah dilakukan Pemeriksaan terhadap RB, Sabu tersebut didapatnya dari seorang di wilayah Pelabuhan Situlang Laut (Malaysia).

Dalam melakukan kegiatanya, RB bekerja sama dengan teman kerjanya berinisial RM.

Dari hasil pengembangan, polisi lalu menangkap RM. RM yang juga ABK itu, ditangkap di parkiran Pelabuhan Batam Centre Kota Batam.

"Dari keterangan kedua tersangka, mereka mengaku telah 5 kali membawa sabu dari Situlang Laut ke Kota Batam dengan modus yang sama," ujar AKBP I Nyoman Dewa Negara Sik.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (2), dan pasal 112 (2), juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun.(Ril)