Wednesday, 12 September 2018

Hati-hati! Jangan Mudah Percaya Ucapan Oknum ABK Dumai Line 5, Bisa tertipu


MV.Dumai Line 5 saat sandar di Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam.
Dinamika Kepri, Tanjung Balai Karimun - Parah, ternyata ucapan oknum ABK Dumai Line 5 tidak bisa dipegang atau dipercaya, ucapannya menyesatkan, jangan dipercaya karena jika dipercaya, bisa panjang urusannya. Pelayanan oknum ABK Dumai Line 5, ternyata banyak tipunya.

Akibat omongan oknum ABK tersebut, seorang pengantar penumpang yang terikut dari Batam, tertipu mentah-mentah hingga nyaris menjadi gelandangan di dermaga pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Rabu (12/9) siang.

Beruntung, pengantar yang diturunkan di pelabuhan Tanjung Balai Karimun itu memiliki uang untuk membeli tiket kapal Fery lain, sehingga bisa kembali ke Batam dengan selamat, karena jika tidak, pengantar itu bisa terjebak dan menjadi gelandangan di pelabuhan itu, apalagi mengingat saat ini rasa prikemanusian nyaris sudah tidak ada lagi.

"Sudah bang jangan panik, nanti turun saja di Tanjung Balai Karimun. Nanti baliknya naik kapal Dumai Line juga, biar bisa gratis, nanti naik Dumai Line yang dari Selat Panjang," kata salah seorang oknum ABK Dumai Line 5 sebelumnya menjanjikan.

Padahal pengantar yang enggan disebut namanya itu juga telah melaporkannya ke petugas loket Dumai Line di saat tiba di Tanjung Balai Karimun dan disaksikan ABK Dumai Line 5 lain.

Bahkan ABK bagian barang bagasi Dumai Line 5 itu ikut menjelaskan kejadiannya kepada petugas loket tersebut agar diperhatikan, tetapi percuma, karena setelah Dumai Line 2 dari Selat Panjang tujuan Batam tiba  dan si pengantar hendak masuk ke dalam kapal, ABK Dumai Line 2 bernama Lisdianto malah memaksa si pengantar untuk membeli tiket.

"Tak boleh, harus beli tiket," suruh Lisdianto seperti sedikitpun tidak memiliki rasa kemanusian.

Mendengar itu, Doni salah seorang petugas loket Dumai Line Tanjung Balai Karimun, juga tidak bisa berbuat  apa-apa.

Bukannya membela si pengantar, Doni malah ikut menganjurkan si pengantar untuk membeli tiket.

Menurut si pengantar, baginya bukan soal gratis atau bayarnya. Tapi janji dan komitmennya.

"Bukan soal gratis atau bayarnya, tapi bukti pelayanannya. Manusia omongannya yang dipegang. Kalau omongannya juga tidak benar, berarti itu tukang namanya. Coba kalau saya tidak mengantongi uang, mungkin saya akan jadi gelandangan di sini," ujarnya.

Soal ditolaknya pengantar itu masuk gratis ke dalam kapal Dumai Line 5, padahal sebelumnya sudah dikordinasikan ke petugas loket Dumai Line, kepada awak media ini, Doni enggan menanggapinya.(Ag)