Wednesday, 26 September 2018

Di Batam TNI AL Launching Tiga Unit Kapal Perang


Kapal perang, KAL Kadet-7 dan KAL Kadet-6 yang baru diluncurkan.


Dinamika Kepri, Batam - TNI Angkatan Laut di Batam hari ini melakukan peluncuran (Launching) dan Shipnaming tiga unit kapal perang, Rabu (26/9).

Dari tiga kapal, dua unit Kapal Kal Latih ukuran 45 Meter, dibuat di Galangan PT Karimun Anugrah Sejati dan satu unit kapal Bantu Cair Minyak (BCM) dari Galangan PT Batamec, Batam.

Kapal-kapal tersebut diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE., MM, dan secara resmi diberi nama oleh Ketua Umum (Ketum) Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji selaku Ibu Kandung Kapal yaitu KAL Kadet-6, KAL Kadet-7 dan Kapal Bontang, di Galangan PT Karimun Anugrah Sejati dan Galangan PT Batamec, Batam.

"Launching kapal ini ialah merupakan proses pemindahan posisi kapal dari dock ke atas air untuk pertama kalinya untuk mengetahui stabilitas kapal dan kekedapan badan kapal terhadap kemungkinan adanya platform kapal yang tidak berfungsi dengan baik dan telah siap untuk diberikan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Kasal dalam amanatnya.

Foto bersama usai peresmian.
Seremonial pembangunan kapal perang tersebut meliputi first steel cutting, keel laying, shipnaming, launching, delivery and receiving, commissioning dan pengukuhan.

Acara tersebut diresmikan dengan pemotongan tali pengikat kendi, pemecahan kendi ke badan kapal dan penekanan tombol sirine serta Kapal BCM Bontang turun menggunakan airbag ballons dengan diiringi mars TNI AL “Jalesveva Jayamahe”.

"Shipnaming Kal Kadet-6 dan Kal Kadet-7 yang nantinya akan melaksanakan tugasnya dalam fungsi penyelenggaraan serta pengembangan teknologi industri strategis dibidang pertahanan negara di laut. Selain itu juga akan menjadi sarana belajar dan berlatih bagi Taruna/Taruni Akademi Angkatan Laut untuk menjadi Perwira pengawal samudra yang profesional," lanjutnya.

Saat proses peluncuran.
Kapal Kal Latih 45 M memiliki tinggi 4,25 meter, Kecepatan Jelajah 16 Knot dan Kecepatan Maksimum 18 Knot di lengkapi dengan mesin penggerak kapal 2 unit Cummins KTA 50 M2, sedangkan Kapal BCM Bontang memiliki tinggi 9 meter, Kecepatan Jelajah 16 Knot dan dilengkapi dengan mesin penggerak kapal 2 unit STX MAN 12V 32/40.

Shipnaming Kapal BCM yang diberi nama Kapal Bontang ini diambil dari nama Kota di Provinsi Kalimantan Timur yang terkenal akan kekayaan alam migasnya.

Kapal Bontang.
Sebagaimana diketahui, kota Bontang ialah merupakan kota dengan pendapatan devisa utamanya berasal dari ekspor migas, sehingga mampu menopang perekonomian warganya.

Kapal Bontang diharapkan dapat melaksanakan fungsinya sebagai pelopor sumber energi masa depan yang akan menjadi inspirasi bagi komandan beserta seluruh ABK dalam mendukung operasi di laut bagi unsur-unsur TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, serta dapat melaksanakan underway replenishment sehingga tidak perlu kembali ke pangkalan untuk pemenuhan kebutuhan logistik dan bahan bakarnya.(Ril)