Wednesday, 29 August 2018

Terdakwa Hartin Mafia Pangan Tampa Izin Edar di Batam Akui Kesalahannya


Pengacara Ade Trinita, SH bersama terdakwa Hartin saat sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan terdakwa Hartin alias Ateng mafia penjual olahan pangan tampa izin edar di Batam,  hari ini digelar kembali di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (28/8) siang.

Pada sidang ini seperti sebelumnya, terdakwa yang tidak ditahan ini, didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Ade Trinita, SH.

Di sidang ini, Jaksa penuntut Umum (JPU), Samuel, SH menghadirkan 1 orang saksi dari BPOM Kota Batam.

Kata saksi, terdakwa kedapatan telah menjual produk olahan pangan tampa izin edar di Batam.

Baca juga: Aneh, Waktu Sidang Marahan, Sesudah Sidang Malah Ngopi Bareng Duduk Semeja

Saksi menjelaskan bahwa dari gudang milik terdakwa di Jalan Duyung Komplek Harbour View Blok A No.6 Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, pihak BPOM sebelumnya berhasil menemukan puluhan produk olahan pangan tampa izin edar.

Terhadap keterangan saksi, terdakwa membenarkannya. Terdakwa juga mengakui bahwa produk yang dijualnya sejak tahun 2016 itu, tidak memiliki izin edar dari BPOM.

Terdakwa mau melakukan itu, katanya karena untungnya lebih menggiurkan ketimbang menjual produk yang berizin edar.

Sedangkan produk olahan pangan yang dijual terdakwa tersebut adalah produk makanan asal Malaysia.

Hakim juga mengingat terdakwa, bahwa apa yang dilakukan terdakwa telah merugikan negara.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa, hakim menunda sidang ke pekan depan dengan agenda tuntutan.

Atas perbuatannya, oleh JPU Samuel Pangaribuan, SH, terdakwa diancam pidana pasal 142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.(Ag)