Tuesday, 14 August 2018

Tanggapi apa Hasil Permintaan Hakim ke PT.ASL Shipyard, PH Terdakwa: Belum ada Jawaban


Bintoro Arif Waskito, SH.
Dinamika Kepri, Batam - Menjawab apa respon pihak PT.ASL Shipyard Tanjung Uncang terhadap permintaan hakim yang meminta untuk memperhatikan korban David Cristopher, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Ronald Robert dan Dewi Wulandari, Bintoro Arif Waskito, SH mengatakan, pesan itu sudah disampaikan.

"Permintaan hakim itu sudah kami sampaikan kepada terdakwa, untuk langsung ke perusahaan kami tidak bisa karena hanya pihak terdakwa yang memiliki akses masuk ke perusahaan itu, dan menurut terdakwa pesan itu sudah disampaikan, namun sampai saat ini ada jawabannya," terang Bintoro Arif Waskito kepada awak media ini saat di ruang kerjanya di Kantor Law Firm Hukum Edy Hartono & Waroda, Tiban Center, Sekupang, Batam, Selasa (14/8).

Baca jugaAlasan Penerjemah tidak Hadir, Sidang Dengar Keterangan Saksi Karyawan PT.ASL asal Banglades Ditunda

"Dan bukan itu saja, sewaktu masih polisi yang menangani permasalah ini, kami juga sudah menyampaikan agar korban diperhatikan oleh pihak PT.ASL," lanjutnya.

Menurutnya, perhatian yang telah dilakukan oleh kedua terdakwa kepada korban selama ini, baik pembiayaan perobatan dari RSUD Embung Fatimah sampai ke RS Awal Bros, sudah baik.

"Menurut saya, perhatian yang telah dilakukan terdakwa terhadap korban itu itu sudah baik, karena biaya dari mulai Embung Fatimah hingga ke RS Awal Bros semua ditanggung oleh terdakwa. Seharusnya PT.ASL juga harus ikut memperhatikan korban, bukan hanya ke pihak terdakwa saja," katanya.

Ketika awak media ini menayakan baiknya seperti apa, jawab dia, karena pihak terdakwa sudah menanggungjawabi pengobatan korban.

Baca juga: Di Sidang Kapal Meledak, Hakim Minta Pihak PT.ASL Perhatikan Kondisi Korban David Cristopher

" Ya artinya, korban telah diobatin melebihi biaya nilai kontrak pekerjaan. Nilai kontrak itu Rp 120 juta. Sedangkan terdakwa telah mengeluarkan biaya melebihi dari nilai kontrak pekerjaan," tutupnya.

Pada tahun 2016 yang lalu, tanki kapal Tanker MT. Succes Energy XXXII yang dikerjakan oleh PT. Dynamik Overseas (PT.DO) meledak di lokasi PT. ASL Shipyard Tanjung Uncang, Batam, Kepri.

Akibat ledakan tanki kapal itu, David Cristopher yang baru 3 hari bekerja sebagai Welding di PT. DO tersebut mengalami kebakaran di seluruh tubuhnya.

Nyawa korban terselamatkan, namun kondisi korban saat ini sangat tragis, karena selain seluruh tubuh korban mengalami cacat luka bakar seumur hidup.

Ada dugaan hasil operasi yang dilakukan oleh seorang oknum dokter di RS Awal Bros, dari hasil Mal praktek, pasal hasil operasi di tubuh korban terlihat sangat mengerikan.

Bahkan dari akibat hasil operasi itu, korban sering mengeluhkan kesakitan. Kesakitannya itu selalu dirasakan jika terjadi perubahan cuaca.(Ag)