Saturday, 4 August 2018

Soal Laporan Dugaan Mesum di Ruang Kerja DPRD Batam, Akhmad Rosano: Polisi Minta Harus Ada Barang Bukti


Usai pertemuan dengan Wakasat Reskrim Polresta Barelang, Aldi Braga bersama Akhmad Rosano memberikan keterangan hasil pertemuannya kepada media, Sabtu (4/8).

Dinamika Kepri, Batam - Laporan Presiden LSM Berlian Akhmad Rosano dan Ketua LSM Garda Indonesia Aldi Braga ke Polresta Barelang terkait dugaan mesum di ruang kerja DPRD Batam pada tanggal 23 Juli 2018 lalu, sementara ini diterima polisi namun masih sebatas laporan informasi, Sabtu (4/8) sore.

"Laporan kita saat ini masih sebatas laporan informasi karena masih tahap koordinasi. Barusan ini kita baru berdengan bapak Wakasat Reskrim Polresta Barelang membahas soal bagaimana tentang bagaimana teknis pelaporannya. Jadi hari Senin mendatang kami akan kembali dengan membawa laporan resmi aduan dari masyarakat," terang Akhmad Rosano.

"Penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan itu harus dilakukan karena sesuai dengan Perkapolri, bahwa setiap aduan masyarakat harus diterima dan ditindak lanjuti. Maka itu untuk proses selanjutnya perlu alat bukti, dan kami berharap polisi dapat menghadirkan ke dua orang wanita honorer yang disebut telah dirumahkan dan juga memanggil cleaning servis tersebut," lanjutnya.

Aldi Braga juga menambahkan, pertemuan mereka dengan Wakasat Reskrim Poresta Barelang itu juga melibatkan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang.

Kenapa harus melibatkan pihak PPA, terang Aldi karena ke dua wanita honorer yang telah dirumahkan oleh Sekretaris Dewan DPRD Batam tersebut adalah korban dari kejadian ini.

" Ya itu harus melibatkan PPA karena dalam dugaan asusila ini, ada dua wanita honorer disebut-sebut seperti di media, telah menjadi korban pemecatan dari pekerjaannya. Seandainya jika ke dua honorer itu tidak melakukan seperti yang didugakan, mengapa mereka harus dirumahkan diam-diam oleh Sekwan, harusnya Sekwan terbuka kepada publik, jangan menutup-menutupi, agar tidak menjadi preseden buruk bagi masyarakat Batam," kata Aldi Braga.

Sebelum mengakhiri, Aldi juga berharap agar dugaan aksi mesum oknum dewan Kabupaten Kampar di ruang kerja pimpinan DPRD Batam itu, dapat cepat dituntaskan agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat Batam.

"Kami melaporkan ini harapannya bagaimana dugaan asusila ini segera dituntaskan dengan terang berderang, agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat. Gedung DPRD itu milik rakyat, bukan hotel," tutup Aldi Braga.(Ag)