Monday, 13 August 2018

Sejak J.Rusna Ditahan Polisi, Pria ini Ngaku Sering Ditelepon Seseorang Bahkan Diancam


Paman korban trafficking inisial MS, Yohanes Abner Sunlay (tengah) saat Konferensi Pers di bilangan Batam Center, Batam, Kepri, Senin (13/8)

Dinamika Kepri, Batam - Sejak polisi menahan J.Rusna Direktur PT.Tugas Mulia pada tanggal 8 Agustus 2018 lalu terkait kasus dugaan trafficking, Yohanes Abner Sunlay kepada media mengaku kalau dirinya sering diteleponi oleh seseorang memintanya untuk datang ke Hotel Planet Holiday.

"Sejak J.Rusna ditahan polisi, saya sering diteleponi oleh seseorang. Ia meminta saya datang ke Hotel Planet untuk menemuinya tapi tidak saya menurutinya," tutur Yohanes Abner didampingi Safe Migran saat konferensi pers dibilangan Batam Center, Senin (13/8/2018) siang.

Baca juga: Tersangka J.Rusna Direktur Tugas Mulia Dugaan Pelaku Trafiking Ditangkap di Bandara Hadim

"Tidak tahu apa maksudnya terus kontek saya, tapi saya tidak mau meresponnya karena saya juga sibuk dengan pekerjaan. Bahkan saya juga diancam karena tidak mau menemuinya," lanjutnya.

Ia menduga kalau si penelepon itu ingin permasalahan yang kini sudah ditangani polisi, supaya tidak lanjutkan lagi.

"Omongan si penelepon itu bilang pada saya jangan takut, katanya ada polisi di belakang kita dan saya tidak mengerti apa maksudnya," ucap Yohanes menirukan percakapan mereka dengan si penelepon.

Baca jugaPertanyakan Kasus Direktur PT Tugas Mulia, 8 Organisasi "Safe Migran" Datangi Subdit IV PPA Polda Kepri

Sebelum mengakhiri, Yohanes juga mengatakan kalau dirinya tak akan pernah gentar walaupun banyak ancaman terhadap dirinya.

Ia juga mengaku bahwa ada salah satu pihak dari keluarganya ada yang berusaha membela perlakuan tersangka.

"Walau itu keluarga jika tidak benar untuk apa dibela, saya di jalan yang benar, jadi untuk apa takut. Keadilan harus ditegakan," tutupnya.

Selain itu, pada konferensi pers ini para aktivis kemanusiaan perempuan dan anak dari Rumah Faye, Yayasan Embun Pelangi, Gerhana, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, LIBAK, Linus, Dunia Viva Wanita, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batam dengan dugaan tindak pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak, mengatakan komitmennya akan terus fokus mengawal kasus ini hingga ke persidangan.(Ag)