Friday, 17 August 2018

PH Dorkas Lami Nori Janji akan Mempraperadilkan Unit III Polresta Barelang


DR. Zevrijin Boy Kanu, SH.,MH. (tengah).

Dinamika Kepri, Batam - Mengenai telah ditahannya seorang wanita bernama Dorkas Lami Nori di sel tahanan polisi Polresta Barelang, DR. Zevrijin Boy Kanu, SH kepada media saat melakukan konferensi pers di pertokoan Central Sukajadi, Batam Center mengatakan, pihaknya akan mempraperadilkan unit III Polresta Barelang ke pengadilan.

"Kami akan mempradilkan unit III Polresta Barelang ke pengadilan karena telah melakukan penangkapannya tidak prosedural dan penanganannya juga tidak transparan," ujar DR. Zevrijin Boy Kanu, Kamis (16/8).

Baca juga: Diduga Menipu Uang Ratusan Juta, Dorkas Lami Nori Bacaleg Batam dari Partai Gerindra Masuk Bui

"Kita juga telah melakukan langkah persuasif dengan mendatangi pihak penyidik dan mengajukan penangguhan penahanan, namun sampai saat ini belum dikabulkan oleh pihak Polres. Padahal kita sudah menjamin bahwa tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti ataupun melarikan diri," lanjutnya.

Menurutnya, proses penangkapan kliennya oleh pihak polisi tidak prosedural. Dorkas ditangkap padahal belum pernah dilakukan pemeriksaan, tetapi langsung ditahan.

Selain itu saat penangkapannya langsung digiring dan sempat diangkat masuk ke dalam mobil polisi.

Baca juga: Soal Dorkas Ditahan Polisi, Wawan Koswara: Saya Belum Mengetahuinya

Menurut Zevrijin lagi, dalam perkara Dorkas Lomi Nori itu, pihak Polres juga kurang bukti. Ia menailai perkara itu bukanlah perkara pidana, tetapi perkara perdata.

"Bukti yang digunakan polisi hanya satu yaitu hanya bukti transfer uang secara bertahap, padahal seharusnya ada dua bukti yang cukup baru klien kami bisa ditahan. Kami melihat kasus ini sebenarnya adalah perdata bukan pidana," terangnya.

Sebelumnya pada tanggal 10 Agustus 2018 yang lalu, Dorkas Lomi Nori  ditangkap polisi dari Unit III Polresta Barelang.

Penangkapan Dorkas Lami Nori dilakukan polisi berdasar laporan Nomor TBL/121/XI/2014/SPKT-Kepri.

Penangkapan itu dilakukan polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan sejumlah ratusan juta rupiah terhadap korban bernama Dr.Hartono, terkait lahan.(Ag/Brs)