Wednesday, 1 August 2018

Mengadu ke DPRD, Orang Tua Murid Tolak Pembubaran SD Negeri 007 Lubuk Baja

 

Para orang tua murid SD Negeri 007 Lubuk Baja, tengah berkumpul di depan gedung DPRD Batam, Rabu (1/8). 

Dinamika Kepri, Batam - Ratusan orang tua murid dari SD Negeri 007 Lubuk Baja, Nagoya, mendatangi kantor DPRD Batam untuk menolak pembubaran SD Negeri 007 Lubuk Baja, Nagoya, Rabu (1/8) pagi.

"Kedatangan kami ini untuk menolak rencana pembubaran SD Negeri 007 Lubuk Baja. Kami tidak terima jika sekolah itu statusnya mau dialihkan oleh Pemko Batam ke SMP," kata Ilham kordinator dari para wali murid.

Baca juga: Uang Muka Kavling Warga Dikembalikan, Musofa: Uang Segitu Bagi Saya Tidak Apa-apanya

"Jika sekolah itu dialihkan, lantas anak-anak kami akan sekolah di mana? Gedung sekolah harusnya ditambahi pembangunannya, bukan malah dialih-alihkan seperti itu. Jika kalau memang kepala sekolahnya tidak mampu mempertahankan sekolah itu, baiknya mundur saja," lanjut Ilham.

Ilham.
Menurutnya, kedatangan mereka itu juga sudah terjawalkan karena hari ini mereka akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Batam.

"Kami berharap hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV nanti,  hasilnya bisa tetap mempertahankan status sekolah tersebut," harap Ilham.

Untuk saat ini, SD Negeri 007 Lubuk Baja tidak lagi memiliki murid kelas satu lagi.

Baca juga: Perka Nomor 27 Tahun 2017 BP Batam Diduga Tidak Singkron dengan Realita di Lapangan

"Untuk murid kelas satunya saat ini tidak ada lagi karena di saat masa penerimaan siswa bulan lalu, sekolah itu tidak lagi menerima murid baru. Makanya melihat itu kami tidak terima. Harusnya sarana pendidikan itu ditambahi pemerintah, bukan malah dikurangi," ucap salah seorang orangtua murid dengan nada kesal.

Ada dugaan hal ini terjadi karena dualisme kepemimpin di Batam, tidak lagi bersinergi.

BP Batam selaku penguasa lahan di Batam diduga tidak lagi perduli dengan dunia pendidikan sehingga lahan untuk pembangunan sekolah tidak dapat dikondisikan dan terkesan lebih mengutamakan kepentingan para mafia lahan kavling ketimbang membela kepentingan umum.(Ag)