Friday, 31 August 2018

Latihan EMU Wilayah Barat Indonesia Ditutup


Danpuspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno tengah berjalan bersama menuju acara penutupan EMU di Anjung Cahaya Tepi Laut, Tanjungpinang, Jumat (31/8).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Latihan Evakuasi Medis Udara (EMU) yang sebelumnya digelar di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dan Wing Udara 2 Tanjungpinang, ditutup oleh Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, SE.

Acara penutupan EMU tersebut dilakukan di Anjung Cahaya Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepri, Jumat (31/8).

Saat penutupan kegiatan tersebut, Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan mengatakan, latihan EMU tahun 2018 antara Puspenerbal dengan Wings  Udara 2 Tanjungpinangdi wilayah barat indonesia itu, guna mendukung  tugas TNI AL.

Saat latihan EMU.

"Latihan ini bertujuan untuk melatih awak pesawat udara dalam rangka melakukan kegiatan EMU," kata Danpuspenebal, Dwika Tjahja Setiawan.

Selain itu, Danpuspenerbal juga menyampaikan, kegiatan itu harus memiliki manfaat bagi daerah Tanjungpinang.

"EMU Ini sangat bermamfaat sebab kami akan menggabungkan kekuatan dengan kekuatan medis yang berada di Tanjungpinang. Kami juga akan melibatkan semua unsur kesehatan seperti Rumah Sakit Angkatan Laut,  Rumah Sakit Umum Daerah dan unit-unit kesehatan lainnya," ungkapnya.

"Intinya kami memberikan keamanan dan kenyamanan kepada warga Tanjungpinang, sebab bila terjadi musibah kita sudah mampu menghadapi serta melaksanakan penyelamatan," lanjutnya.

Menurutnya, latihan EMU perlu dilakukan untuk dapat mengantisipasi situasi yang terburuk karena sarana utamanya di Tanjungpinang adalah transportasi laut.

"Bisa dilihat setiap lima belas menit atau pun setiap setengah jam, terlihat lintasan kapal Ferry cukup panjang dan banyak, karena itu latihan EMU sangat perlu dilakukan," tutupnya.

Sesi foto bersama usai acara penutupan latihan EMU.

Selain itu, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, SE juga menyampaikan, kurang lebih 200 orang yang telah mengikuti kegiatan EMU tersebut.

"Proses emergency yang dilakukan secara bertahap itu ialah merupakan rangkaian dari kegiatan latihan bertujuan untuk menanggulangi situasi Sok Rescue di laut hingga sampai penanganan di darat melalui rumah sakit. Kegiatan ini bertahap dan menjadi  satu rangkaian sehingga dalam situasi emergency ada keterlibatan semua pihak baik TNI, Polri pemerintah daerah,  dan semua instansi terkait," pungkas Danlantamal IV, R. Eko Suyatno.

Pejabat Walikota Tanjungpinang, Asrena Danlantamal IV, Danwing Udara 2, Danpom dan Kadiskes Lantamal IV, Danlanudal TPI, Kepala RSUD, Kepala KP3, GM Airnaf Bandara RHF serta perwakilan dari Dishub, KSOP Kantor SAR TPI dan PT. Baruna Bahari juga Turut hadir pada penutupan latihan EMU ini.(Ril).