Wednesday, 29 August 2018

Kepada Hakim Terdakwa Tjipta Fudjiarta Mengaku Menyesal Membeli Saham dari Conti Candra


Terdakwa Tjipta Fudjiarta saat sidang di PN Batam.
Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan terdakwa Tjipta Fudjiarta perkara kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat-surat terhadap akta otentik saham Hotel BCC Batam, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Selasa (28/8).

Namun, seusainya sidang pemeriksaan terdakwa dilakukan, terdakwa sepertinya tampak pasrah sebab kepada majelis hakim yang diketuai oleh hakim Tumpal Sagala, terdakwa Tjipta Fudjiarta mengatakan kalau ia telah menyesal membeli saham Hotel BCC dari Conti Candra.

"Kalau tahu akan begini jadinya, saya menyesal membeli saham dari Conti Candra," ucap terdakwa Tjipta Fudjiarta kepada hakim, Senin (28/8).

Baca juga: Tampa Izin Conti Candra, Terdakwa Tjipta Fudjiarta Mengangkat Warga Asing Jabat Dirut di PT.BMS

Terdakwa mengatakan itu ketika hakim mempersilahkan terdakwa untuk menyampaikan, jika ada yang masih ingin disampaikan terdakwa, sebelum sidang ditunda ke agenda berikutnya.

Kepada hakim, terdakwa juga mengaku  belum pernah dipidana sebelumnya.

Sedangkan untuk agenda sidang berikutnya, hakim menjadwalkan agenda sidang pemeriksaan saksi untuk meringankan terdakwa.

Selain itu, hakim juga memastikan bahwa sidang ini akan sudah selesai di bulan September 2018 ini.

Baca juga: Jawab Pertanyaan Hakim Soal Banyaknya Akta yang Dibuat Notaris Anly Cenggana, Saksi Ahli: Berarti ada upaya tipu muslihat

Dalam perkara ini, oleh JPU terdakwa dijerat dengan pasal berlapis di antaranya pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 266 tentang pemalsuan surat-surat terhadap akta otentik, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.(Ag)