Thursday, 16 August 2018

Ini Jawaban JPU atas Eksepsi Erlina


Susana sidang terdakwa Erlina di PN Batam.
Dinamika Kepri, Batam - Sidang ketiga terdakwa Erlina dalam kasus dugaan penggelapan di BPR Agra Dhana digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (15/8) sore.

Sidang yang diketuai Hakim Mangapul Manalu ini, adalah untuk mendengarkan jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas Eksepsi dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa yang sebelumnya telah dibacakan pada Rabu tanggal 1 Agustus 2018 yang lalu.

Menjawab Eksepsi itu, ditulis oleh Jaksa Rosmalina Sembiring yang dibacakan oleh Jaksa Samsul Sitinjak, JPU menolak eksepsi dari PH terdakwa Manuel P Tampubolon, dan JPU tetap bersekukuj pada dakwaan sebelumnya.

JPU juga menyimpulkan bahwa materi yang diajukan PH terdakwa dalam eksepsi sebelumnya telah masuk ke materi pokok perkara.

JPU meminta agar hakim dapat menolak eksepsi dari PH terdakwa agar proses persidangan terhadap terdakwa tetap dilanjutkan. Selain itu JPU juga meminta agar tedakwa tetap ditahan.

JPU juga menyimpulkan bahwa materi eksepsi yang disampaikan PH terdakwa hanyalah mengada-ngada.

Setelah mendengarkan jawaban eksepsi dari JPU, hakim Mangapul Manalu, SH lalu mengundur sidang ke jadwal berikutnya dengan agenda putusan sela.

Menurut PH terdakwa, alasannya melakukan eksepsi karena ia mendapati adanya keanehan dalam perkara itu diantaranya bahwa adanya pemalsuan surat yang dilakukan oleh penyidik terhadap alat bukti, surat laporan polisi Nomor : LP 8/473/lV/2016/Kepri/SPKT Polresta Barelang, yang dibuat menjadi dasar proses penyelidikan dan penyidikan, serta dijadikan dasar oleh JPU untuk membuat surat dakwaan terhadap terdakwa.

Bagaimana Kompetensi absolut  yang melakukan audit laporan keuangan tahunan PT. BPR Agra Dhana.

Dasar hukum yang membenarkan seorang manager marketing dan seorang direktur marketing bisa melakukan audit terhadap laporan keuangan tahunan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Adanya laporan hasil pemeriksaan khusus oleh OJK pada tanggal 22 September 2017, yang dibuat oleh Afif Alfrasisi terhadap hasil audit keuangan.

Selain itu juga adanya laporan hasil pemeriksaan khusus oleh OJK yang telah mengalami distorsi.(Ag)