Thursday, 2 August 2018

Hakim PN Batam Minta Petinggi Polri di Polda Kepri Tutup Gelper


Para terdakwa Judi Gelper.
Dinamika Kepri, Batam - Melihat banyak terdakwa sebab akibat dari adanya aktifitas judi Ketangkasan Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) di Kota Batam, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Taufik Nenggolan, SH., MH kepada saksi penangkap dari Polda Kepri yang sebelumnya mengamankan 9 orang tersangka dari salah satu Gelper di Botania Center, berpesan kepada saksi agar pesannya disampaikan saksi kepada para petinggi polisi di Polda Kepri, agar Gelper yang di seluruh Batam ditutup segera.

"Kepada saudara saksi, tolong pesan kami ini disampaikan ke pimpinannya maupun para petinggi Polri yang ada di Polda Kepri, agar segera menutup Gelper di Batam. Malu kita, kalau ini terus dibiarkan, bisa jelek imets Batam. Saudara saksi, tolong disampaikan ya?," kata Hakim Taufik berpesan kepada saksi saat sidang, Rabu (1/8) sore.

Mendengar permintaan itu, saksi menjawab, "Siap yang mulia".

Saat sidang, Hakim Mangapul Manalu juga tampak terlihat kesal, pasalnya 9 orang para terdakwa yang disidangkan saat itu, semua para pekerja dan pemain Gelper, tidak ada tokenya.

"Jadi tokenya mana? Kenapa tidak ditahan? Harusnya tokenya itu dicari dibuat seperti mencari pelaku narkoba, telusuri sampai tertangkap," kata Hakim Mangapul Manalu, berpesan kepada saksi.

Pantauan media ini di banyak sidang -sidang soal Gelper, para terdakwanya kesemuanya adalah para pekerja dan pemainnya saja, tidak pernah sekalipun pemilik usaha Gelper di yang dijadikan terdakwa.

Untuk saat ini ada beberapa kasus Gelper yang proses sidangnya masih berjalan di PN Batam, salah satunya Gelper Happy Land Nagoya Hill dan Gelper SS Zone Botania, Batam Center.

Sedangkan terdakwa Gelper Kampung Aceh, kemarin, Selasa (31/7), divonis 11 bulan penjara.(Ag)