Monday, 13 August 2018

Dalam Duplik, PH Terdakwa Buktikan Cai Fung tidak Bersalah


Suasan sidang terdakwa Cai Fung alias Afung di PN Batam, Senin (13/8).

Dinamika Kepri, Batam - Dalam Duplik di sidang terdakwa Cai Fung di Pengadilan Negeri (PN) Batam, tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa secara tegas membantah dan menolak seluruh dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (13/8).

"Kami tim PH terdakwa dengan tegas menolak semua dakwan penuntut umum terhadap terdakwa," baca Rudianto, SH.

Lanjutnya membacakan duplik, bacanya adapun fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan sebelumnya bahwa dalil-dalil dalam duplik menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam Pembelaan (Pledooi) bahwa terdakwa dalam perkara aquo.

Adapun dasar atau alasan menolak seluruh dakwaan tersebut yakni mengacu pada fakta semua dari keterangan saksi, ahli, surat, keterangan terdakwa maupun barang bukti di persidangan.

Lanjutnya membaca duplik, ternyata penuntut umum dalam menyusun dan membuat surat tuntutan, tidak hanya berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, namun juga berdasarkan dari BAP penyidikan yang dibuat oleh penyidik.

"Jika BAP penyidik dilakukan jadi pedoman untuk membuktikan terdakwa bersalah, maka tidak perlu lagi ada sidang di pengadilan," bacanya lagi.

Lanjutnya, BAP penyidik hanya bisa dijadikan pedoman bagi penuntut Umum, penasihat hukum terdakwa maupun oleh Hakim dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana di persidangan.

BAP penyidik tidak dapat dijadikan bukti atau membuktikan terdakwa bersalah, apalagi fakta-fakta persidangan berupa keterangan saksi, keterangan ahli, dan keterangan terdakwa di persidangan tidak sama dengan keterangan saksi, keterangan ahli maupun keterangan terdakwa di BAP penyidik.

Bacanya lagi, adapun dalil penuntut umum sebagaimana tersebut di atas adalah sangat naïf, tidak berdasarkan hukum dan melanggar ketentuan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP.

Selain itu, bahwa alat-alat bukti yang sah untuk membuktikan dan menyatakan seorang terdakwa bersalah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa, dan minimal harus 2 (dua) alat bukti yang sah tersebut serta diperoleh keyakinan hakim (vide Pasal 183 dan Pasal 184 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP.

"Terbukti dan tidak terbantahkan bahwa berdasarkan keterangan saksi Jeffrey alias Koh Kim Hwee, keterangan saksi Chan Cun Wei alias Richie Chan, dan keterangan keterangan saksi Rudi, dibawah sumpah, dan keterangan Terdakwa Cai Fung Alias Afung bahwa saksi Steven EE, saksi Jeffrey alias Koh Kim Hwee, dan saksi Chan Cun Wei alias Richie Chan, pernah membawa uang kontan (cash) dari Batam ke Megastar Shipping PTE LTD di Singapore, namun tidak pernah dibukukan, hanya sebagian saja yang dibukukan, misalnya di tahun 2014 uang kontan (cash) yang dibawa ke Megastar Shipping PTE LTD Singapore tercatat sejumlah SGD.1.226.321, namun faktanya uang cash yang dibawa ke Megastar Shipping PTE LTD Singapore sejumlah SGD.2.000.000,- (dua juta dollar Singapore)," baca Rudianto lagi.

"Sejumlah uang cash (kontan) sebagaimana terurai tersebut dibawa ke Singapore, tidak dibukukan dalam pembukuan dan entah dikemanakan oleh Direktur Megastar Shipping PTE LTD di Singapore, saksi EE Min Kiat Alias Steven EE, tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan pertanggungjawaban Direksi Megastar Shipping PTE LTD pada Rapat Umum Pemegang Saham Megastar Shipping PTE LTD di Singapore, maka untuk mengelabui para pemegang saham Megastar Shipping PTE LTD maka saksi EE Min Kiat Alias Steven EE telah menumbalkan/mengorbankan terdakwa Cai Fung dengan jeratan melakukan Penggelapan atau Penipuan," lanjutnya.

Dari semua duplik yang dibacakan Rudianto, tersimpul bahwa terdakwa Cai Fung tidak bersalah, dan meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa.

Setelah mendengar pembacaan duplik tersebut, hakim Syahlan lalu menunda sidang ke hari berikutnya dalam agenda putusan.(Ag)