Friday, 10 August 2018

Bos TKI Ilegal di Batam Dituntut Ringan 1 Tahun Penjara


Sidang dua terdakwa David Surbakti dan La Adi Ode Bos Tenaga Kerja Ilegal (TKI) di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (8/9).

Dinamika Kepri, Batam – Jaksa Penunutut Umum (JPU), Arie Prasetyo menuntut ringan dua terdakwa David Surbakti dan La Adi Ode Bos Tenaga Kerja Ilegal (TKI) di Batam dengan tuntutan 1 tahun penjara denda Rp 10 juta, Kamis (9/8).

Dalam amar tuntutannya, kendanti kedua terdakwa dinyatakannya terbukti bersalah melanggar pasal pasal 81 jo pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, namun hukuman yang dituntutkan JPU sangat ringan.

Parahnya lagi, kepada majelis hakim yang diketuai Iman Budi Putra Noor yang didampingi Hera Polosia Destiny, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Eliswita, SH juga meminta agar hukuman kleinnya dikurangi dari tuntutan dengan alasan bahwa para terdakwa telah menyesali perbuatannya dan juga sebagai tulang punggung keluarga.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU terhadap terdakwa, hakim menunda sidang hingga ke minggu depan agenda sidang putusan.

Sebelumnya, dalam melakukan aksinya, ke dua terdakwa tangkapan Polda Kepri itu melakukan aksinya dengan modus usaha travel di Pelabuahan Feri Internasional, Batam Centre.

Saat ditangkap, polisi menemukan 63 orang korban yang rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia.

Terdakwa David Surbakti dan La Adi Ode merekrut TKI Ilegal dari dari berbagai daerah lalu dikirim ke negeri Jiran melalui pelabuhan Internasional Batam Centre dengan mengunakan perusahaan Tour & Travel PT. Mahkota 99 yang sudah sudah tutup sejak tahun 2016 sebagaimana sesuai pengakuan saksi Yap King, komisaris travel.(Ag)