Thursday, 30 August 2018

Bekerjasama dengan BP3TI, Dewan Pers Gelar Workshop di Batam


Wartawan Senior Tempo Bambang Harimurti, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Pimred media cetak Batampos Marganas Nenggolan dan Saibansah Pimpinan Redaksi (Pimred) dari media online Batamtoday.com saat menghadiri workshop dewan Pers di lantai 12 Hotel Nagoya Hill, Batam, Kepri, Kamis (30/8).

Dinamika Kepri, Batam - Bekerjasama dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Dewan Pers melakukan kegiatan Workshop di Hotel Nagoya Hill, Batam, Kamis (30/8).

Pada kegiatan ini, dewan Pers mengundang para pimpinan media di Kepri, humas intansi pemerintahan dan para wartawan online, cetak maupun wartawan elektronik yang ada di Kepri.

Sedangkan untuk narasumbernya, panitia acara menghadirkan 3 narasumber yakni Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Wartawan Senior Tempo Bambang Harimurti dan Saibansah Pimpinan Redaksi (Pimred) dari media online Batamtoday.com.

Tidak ketinggalan, Pimred media cetak Batampos, Marganas Nenggolan pada kegiatan workshop dan sosialisasi melaui program dengan tajuk “Bakti Untuk Negeri ini, juga ditunjuk sebagai pemandu acara.

Dalam kata sambutannya, Yosep Adi Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan workshop tersebut dilakukan untuk Pengembangan Eksosisitem Pers Melalui Pembangunan Infrastruktur IT, yang akan dilaksanakan di 34 propinsi di Indonesia.

"Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan peran Pers dalam perkembangan kehidupan demokrasi di Indonesia," ucap Yosep Adi Prasetyo yang akrap disapa Stanley itu.

Menurutnya, dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai dewan pers, pihaknya bekerjasama dengan BP3TI untuk melakukan kegiatan workshop dan sosialisasi melalui program dengan tajuk “Bakti Untuk Negeri" yang akan dilakukan di 34 provinsi di seluruh indonesia.

"Pengembangan eksosisitem Pers melalui pembangunan infrastruktur IT ini nantinya akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia, antara lain ditujukan untuk meningkatkan fungsi dan peran Pers dalam perkembangan kehidupan demokrasi di Indonesia," lanjutnya.

Usai kegiatan, para narasumber, wartawan dan pimpinan media melakukan foto bersama.
Kata dia, untuk mendukung peran fungsi Pers dalam kehidupan yang berdemokrasi, harapnya para wartawan di Kepri turut serta ikut dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Sama halnya dengan narasumber Saibansah, dalam presentasinya ia juga menyampaikan hal demikian, bahwa setiap wartawan wajib mengikuti UKW.

"Ibarat dokter gigi dan tukang gigi. Memang keduanya sama-sama bisa mencabut gigi, namun publik akan lebih percaya kepada dokter gigi karena dokter gigi bersertifikasi, sedang tukang gigi tidak. Begitu juga dengan wartawan, publik atau pun narasumber akan lebih percaya kepada wartawan yang bersertifikasi ketimbang yang tidak. Artinya bagi wartawan, UKW itu sangat penting," terang Saibansah.

Selain itu, Bambang Harimurti juga menjelaskan betapa pentingnya posisi wartawan di dalam suatu negara.

"Dari 4 pilar di negara kita, Pers adalah salah satunya. Pers sangat berperan penting dalam memajukan suatu negara salah satunya di bidang ekonomi. Karena jika kebebasan Pers dikekang, maka kondisi ekonomi negara itu akan memprihatinkan, contoh seperti negara Zimbabwe. Di sana Pers sangat dikekang oleh pemerintahnya. Kita lihat saja Korea Selatan, pertumbuhan ekonominya sangat tinggi karena ada kebebasan Pers di negara itu," ujar Bambang.

Mengenai kebebasan Pers saat ini di indonesia ada yang sebut telah kebablasan, ucap Bambang itu tidak benar.

"Kalau dibilang kebebasan Pers di Indonesia telah kebablasan, menurut saya itu tidak benar. Buktinya sampai saat ini masih banyak laporan kasus tentang pencemaran nama baik dari pemberitaan, sementara orang yang mengaku nama baiknya itu dicemarkan. Maka itu demi berlakunya kebebasan Pers, sampai saat ini dewan Pers masih mengusahakan bagaimana agar pasal tidak itu tidak diberlakukan lagi," tandasnya.

Pada workshop ini, sebelum mengakhiri kegiatan, juga dilakukan diskusi dengan sesi tanya jawab.

Disesi penutupan acara, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo juga menyampaikan dengan pesan agar dalam melaksanakan tugas, para wartawan mematuhi etika jurnalistik, agar dipercaya publik.(Ag)