Tuesday, 28 August 2018

Apakah Sidang Terdakwa Erlina Masih akan Berlanjut?


Foto Sidang perdana terdakwa Erlina di PN Batam, pada Rabu (25/7) lalu.

Dinamika Kepri, Batam - Besok tanggal 29 Agustus 2018, sidang lanjutan terdakwa Erlina akan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam dalam agenda putusan sela.

Pertanyaannya, seperti apa hasil, apakah sidang terdakwa Erlina masih akan berlanjut?

Ya, mungkin demikianlah pertanyaan di benak setiap orang jika sudah membaca isi Laporan Polisi (LP) dari Bambang Herianto dan isi dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Erlina.

Laporan Bambang Herianto ke polisi No.LP-B/473/IV/2016/Kepri/SPK-Polresta Barelang, disebutkan bahwa BPR Agra Dhana mengalami kerugian bunga Rp 4 juta, sementara didakwaan Jaksa terhadap terdakwa Erlina, BPR Agra Dhana mengalami kerugian bunga Rp 117.186.00.000.

Tak hanya itu, dasar surat dakwaan yang dibuat jaksa terhadap terdakwa, jaksa menggunakan hasil dari audit keuangan yang dilakukan oleh Manager Marketing dan Direktur Marketing BPR Agra Dhana dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dibuat oleh Afif Alfarisi.

Mirisnya lagi, pihak OJK sendiri kepada Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Manuel P Tampubolon mengaku tidak pernah memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Khusus OJK kepada penyidik dalam perkara ini.

"Kepada saya sebelumnya pihak OJK mengaku bahwa mereka tidak pernah memberikan LPH OJK kepada penyidik. Dan itu memang tidak bisa karena LPH OJK tersebut bersifat sangat rahasia dan bukan untuk dipublikasikan," ujar Manuel P Tampubolon di sela-sela waktunya, Senin (28/8/2018).

Ternyata bukan itu saja, setelah PH terdakwa melakukan croscek tentang data barang bukti dalam berkas perkara, tidak ada disebutkan hasil audit keuangan Agra Dhana yang dilakukan Manager Marketing dan Direktur Marketing BPR Agra Dhana dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Afif Alfarisi itu.

"Pertanyaannya, kenapa LP dan dakwaan tidak singkron, sedangkan dasar untuk ke tahap penyelidikan dan penyidikan hingga ke dakwaan ialah berdasarkan LP. Tapi ini tidak, LP dan dakwaan tidak sama, bagaimana bisa? Karena di LP, BPR itu disebut merugi bunga Rp 4 juta, sementara di dakwaan jaksa, rugi Rp 117 juta," ucap Manuel lagi.

Menurut PH terdakwa, apapun itu, ia tetap akan menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim.

"Biarlah hakim yang memutuskan," tutupnya.(Ag)