Monday, 13 August 2018

Alasan Penerjemah tidak Hadir, Sidang Dengar Keterangan Saksi Karyawan PT.ASL asal Banglades Ditunda


Dua saksi dari PT. ASL Shipyard asal Banglades saat menghadiri sidang tunda di PN Batam, Senin (13/8).

Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan agenda untuk mendengarkan keterangan saksi terhadap dua orang asal Banglades pekerja di PT.ASL Shipyard Tanjung Uncang, Batam, di pengadilan Negeri (PN) Batam, batal digelar lantaran pernerjemah bahasa dari kedua saksi tidak dapat dihadirkan di dalam persidangan, Senin (13/8).

Kedua saksi ini dihadirkan Jaksa Penunutut Umum (JPU) Rumondang Manurung yakni dalam sidang perkara terkaitnya meledaknya tanki kapal Tanker MT. Succes Energy XXXII di lokasi PT. ASL Tanjung Uncang pada tahun 2016 yang lalu.

Akibat ledakan itu, satu orang korban bernama David Cristopher kini mengalami cacat seumur hidup.

Baca juga: Sidang Bos PT. Dynamik Overseas, Saksi: Kecelakaan Kerja di PT. ASL Sudah Puluhan kali Terjadi

"Tadi penerjemahnya ada yang mulia," jawab Jaksa Rumondang Manurung singkat saat ditanya hakim Syahlan di mana penerjemahnya.

Ada dugaan ketidakhadiran transeleter dari ke dua saksi tersebut bagian dari rangkaian (Manuver) untuk mengundur-undur jalannya persidangan.

Tidak tahu siapa dugaan yang sengaja melakukannya, namun aroma bau amis dalam perkara ini terasa tercium begitu menyengat.

Melihat pernejermah kedua saksi tidak hadir dalam sidang, Hakim Syahlan yang memimpin sidang itu, akhirnya menunda sidang tersebut hingga hari Senin tanggal 20 Agustus 2018 mendatang.

Baca juga: Berkelit saat Bersaksi, Wildani HRD PT. Dynamik Overseas Nyaris Dibui Hakim

Dalam sidang ini, dua terdakwa Direktur Utama (Dirut) dan Komisaris PT. Dynamik Overseas ( PT. DO) Ronald Robert dan Dewi Yulandari yang merupakan pasangan suami istri itu, dijerat pasal pidana yakni pasal 360 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara denda Rp 400 juta atau pasal 186 ayat (1)  jo Pasal 35 ayat (3) Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Kendati korbannya telah mengalami cacat seumur hidup bahkan saat ini telah hidup sekarat di atas tempat tidurnya, kedua terdakwa ini tidak ditahan dan malah mengundur-undur sidang terdakwa.

Ada dugaan mungkin karena tidak terdakwa ditahan, sehingga sidang tersebut bisa bebas diundur-undur sesuka hati dengan beragam banyak alasan.

Baca juga: Di Sidang Kapal Meledak, Hakim Minta Pihak PT.ASL Perhatikan Kondisi Korban David Cristopher

Sebelumnya, kedua terdakwa dilaporkan keluarga korban ke Polda Kepri lantaran adanya pembiaran dari pihak PT. Dynamik Overseas tempat korban bekerja.

PT.DO sendiri adalah Subcon di PT.ASL Shipyard. Tidak hanya dari PT.DO saja, dengan berkas terpisah, satu orang bernama Fernando Parulian yang bekerja sebagai Safety Asesor dan Suyitno Safety Promotor di PT. ASL Shipyard Tanjung Uncang itu, kini juga sudah ditetapkan oleh polisi menjadi tersangka atas meledaknya tanki kapal Tanker MT. Succes Energy XXXII di lokasi PT. ASL tersebut.(Ag)