Monday, 27 August 2018

Abdul Basyid Has: Cara Mengubah Kemiskinan, Pendidikan Harus Ditingkatkan

 

Calon anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil Kepri, Abdul Basyid Has saat bersama siswa pelajar di Hang Nadim Malay School, Jalan Tiban V, Patam Lestari, Kota Batam, Minggu (26/8). (F/ist)

Dinamika Kepri, Batam - Melihat banyaknya daerah tertinggal dan kemiskinan di tengah warga masyarakat di provinsi Kepri, calon anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil Kepri Abdul Basyid Has ini berpendapat, bahwa cara mengubah kemiskinan dan ketertinggalan daerah itu adalah melalui peningkatan pendidikan.

"Kemajuan daerah bukan hanya dilihat dari tingkat kekayaan sumber daya alamnya saja, melainkan sumber daya manusianya, dan untuk itu perlunya dilakukan peningkatan pendidikan," ujar Basyid saat diwawancarai awak media usai menggelar diskusi bersama sejumlah aktivis pendidikan di Aula Hang Nadim Malay School, Jalan Tiban V, Patam Lestari, Kota Batam, Minggu (26/8).

Tokoh inovatif pendidikan di Kepri itu juga menyampaikan, bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama kemajuan suatu daerah.

"Pendidikan bisa mengubah dari kemiskinan dan ketertinggalan. Maka peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi program prioritas pemerintah daerah," kata Basyid lagi.

Ia melanjutkan, kata dia banyak upaya yang perlu dilakukan pemerintah yakni mulai dari pemerataan akses, sarana prasarana, ketersediaan guru dan alokasi anggaran yang tepat.

Selain itu Basyid juga menekankan, pemerintah harus kerja ekstra bukan sekedar program semata, akan tetapi diwujudkan dengan kerja nyata.

"Problem pendidikan kita masih menumpuk, misalnya soal akses dan sarana prasarana, ketersediaan guru belum memadai, belum lagi bicara peningkatan mutu dan kesejahteraan guru swasta yang masih terabaikan," tegas Basyid.

Ketua DPW PKB Provinsi Kepri itu mengatakan, bahwa pendidikan di Kepri harus maju karena dengan pendidikan yang berkualitas diharapkan mampu menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Semua problem daerah itu sangat berkaitan. Kemiskinan semakin bertambah karena bertambahnya jumlah pengangguran. Semua problem harus dicari akar persoalannya, jangan langsung merencanakan program tanpa mengetahui apa akar persoalannya," tandasnya Basyid.(Ril)