Tuesday, 31 July 2018

Wasit dan Pemain Gelper Divonis 11 Bulan Penjara, Tapi Bosnya Bebas Berkeliaran


Terpidana 11 bulan penjara.
Dinamika Kepri, Batam - Empat terdakwa, tiga pekerja dan satu pemain di Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) Kampung Aceh Muka Kuning, Batam, divonis 11 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (31/7).

Ke tiga pekerja Gelper itu yakni bernama Murni, Nurbaya Sianipar dan Novi. Sedangkan pemainnya bernama Ade Afriansyah Saragih.

Putusan vonis ini lebih ringan 1 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak yang sebelumnya menuntut 1 tahun penjara.

Hakim menyatakan, ke empat terdakwa telah terbukti bersalah melakukan pelanggaran pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 303 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 2 Ayat (1) UU RI No. 7 tahun 1974 tentang penertiban perjuadian.

Terhadap putusan itu, ke empat terpidana mengatakan menerimanya.

"Kami menerima yang mulia," jawab terpidana serentak kepada hakim Muhammad Candra.

Samalnya dengan JPU, ketika ditanya hakim atas putusan itu, juga menjawab menerima putusan itu.

Awal penangkapan para terpidana ini sebelumnya dilakukan pada Minggu tanggal 22 April 2018 sekitat pukul 01:00 Wib pagi.

Para terpidana ditangkap setelah salah seorang polisi yang saat itu tengah melakukan penyelidikan di arena Gelper melihat adanya transaksi penukaran hadiah dari dari Murni ke Ade Afriansyah Saragih.

Melihat itu, Tim dari Polresta Barelang itu pun, langsung melakukan penangkapan terhadap pemain dan wasit itu dan menangkap 2 wasit lainnya.

Selama ini, soal Gelper jika sidang di PN Batam, terpantau tidak pernah ada bos Gelper yang jadi terdakwa.

Miris memang, pekerja yang selalu jadi korban alias ditumbalkan menerima ganjaran hukuman, sedangkan bosnya malah bebas berkeliaran.

Padahal para pekerja Gelper tersebut hanya mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya. Niat melanjutkan hidup kerasnya kehidupan di Batam, namun malah berakhir di dalam penjara. (Ag)