Wednesday, 25 July 2018

Usai Sidang Pembacaan Dakwaan Erlina, PH Terdakwa: Kami akan Melakukan Eksepsi


Sidang perdana terdakwa Erlina digelar PN Batam, Rabu (25/7) siang. 

Dinamika Kepri Batam - Sidang perdana perkara dugaan penggelapan dalam jabatan di Bank BPR Agra Dhana terdakwa Erlina, digelar di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (25/7).

Pada sidang pertama agenda pembacaan dakwaan ini, terdakwa Erlina mantan direktur BPR Agra Dhana sejak di tahun 2011- 2015 itu, didampingi oleh Penasehat Hukum (PH) nya, Manuel P Tampubolon.

Sidang ini diketuai oleh Hakim Mangapula Manalu, SH dengan 2 oranh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak, SH dan Rosmalina Sembiring, SH.

Baca juga: Tak Terima Dijadikan Tersangka, Erlina Ajukan Pra Peradilan ke PN Batam

Dalam dakwaan, dibacakan oleh JPU, Erlina diduga melakukan penggelapan dalam jabatan sebesar Rp 117 juta.

Berdasarkan hasil audit keuangan yang dilakukan oleh saksi Beny Maneger marketing BPR Agra Dhana dan saksi Bambang Heriantoi rektur marketing BPR Agra Dhana, baca JPU Samsul Sitinjak, ditemukan adanya pengalihan dana oleh Terdakwa dari rekening milik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Agra Dhana di Bank Panin.

Baca juga: Erlina Korban Dugaan Pemerasan Direksi PT. BPR Agra Dhana Melapor ke OJK

Usai mendengarkan dakwaan JPU, Majelis hakim didampingi 2 hakim anggota, meminta tanggapan positif terdakwa terkait dakwaan JPU.

"Silakan terdakwa Erlina  berkonsultasi dengan PHnya," ucap hakim kepada terdakwa.

Setelah berkonsultasi dengan PHnya Manuel P Tampubolon, kepada mengatakan, akan melakukan eksepsi.

"Kami akan melakukan esepsi yang mulia," ujar Manuel P Tampubolon, singkat.

Usai mendengar pernyataan PH terdakwa akan melakukan Esepsi, Hakim Mangapul Manalu lalu menunda sidang dan akan melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda mendengarkan esksepsi dari PH terdakwa.

Baca jugaSoal BPR Agra Dhana, Ketua Perbarindo: Jika Dilaporkan Kami akan Mencarikan Solusinya

Usai persidangan, ketika awak media berusaha menkonfirmasi terkait apa hingga sampai melakukan esksepsi, Manuel P Tumpubolon mengatakan, karena ada dua dasar pokoknya.

"Kenapa kami melakukan Esepsi, karena ada dua dasarnya pokoknya yang pertama, berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/3/PBI Tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat, sedangkan yang kedua, tentang peraturan Otoritaa Jasa Keuangan (OJK) nomor 13/POJK.03/2017 tentang penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan," ujar PH terdakwa, Manuel P Tampubolon.

"Maka yang memiliki "Kompetensi Absolut" untuk melakukan audit  Laporan Keuangan PT. Agra Dhana adalah akuntan publik dan atau Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Bank Indonesia (BI) atau terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, dan harus memiliki kompetensi sesuai dengan kompleksitas usaha pihak yang melaksanakan Kegiatan Jasa Keuangan," lanjutnya lagi.

Sebelum mengakhiri, Manuel juga menambahkan, kata dia, bahwa tidak ada satupun dasar hukum yang membenarkan seorang manager marketing dan seorang direktur marketing melakukan audit terhadap laporan keuangan  Bank Perkreditan Rakyat.(Ag)