Saturday, 14 July 2018

Tim WFQR Lantamal IV Berhasil Gagalkan Aksi Penyeludupan TKI Ilegal Tujuan Malaysia


Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, SE saat bersama media menemui para TKI, Sabtu (14/7).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang -  Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, kembali berhasil menangkap sebanyak 12 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal tujuan Malaysia di pelabuhan, Sei Gentong Kecamatan Tanjung Uban Selatan.

Selain para TKI, TIM WFQR  juga ikut mengamankan dua orang yang mengaku sebagai pemilik kedai yang diduga sebagai pengurus di Jalan Pasir Rumiti Sei Gentong berinisial JS dan R , Jumat 13 Juli 2018.

Kepada media, Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, SE, MM mengatakan,  penangkapan tersebut dilakukan berkat dari laporan masyarakat.

"Penangkapan ini dilakukan berkat informasi dari masyarakat. Masyarakat menginfokan tentang adanya aktivitas pemberangkatan TKI ilegal di Perairan Sei Gentong, Tanjung Uban Selatan. Dan lalu diperkuat dari hasil pengintaian tim intel Lantamal IV di lokasi tersebut, memang benar terjadi pengiriman TKI ilegal menggunakan 2 buah  speed boat bermesin tempel 200 PK  2 buah dan 200 PK 4 buah," terang Danlantamal IV, R. Eko Suyatno saat memberikan keterangan pers di depan awak media di Dermaga Yos Sudarso, Markas Komando Lantamal IV. Sabtu (14/7).

"Berdasarkan informasi tersebut, Tim WFQR Lantamal IV lalu membentuk dua tim, yakni tim darat dan tim laut, untuk melakukan penangkapan," lanjutnya.

Menurutnya, 12 orang TKI yang diamankan itu, rencananya akan dikirim ke Pulau Ijuk Malaysia pada Jumat 13 Juli 2018 kemarin. TKI ilegal itu gagal diberangkatkan berkat kesigapan tim darat WFQR Lantamal IV, sehingga upaya TKI masuk Ilegal ke negeri Jiran Malaysia berhasil dihentikan.

Sedangkan speed boat bermesin 200 PK 4 buah yang digunakan para TKI itu, belakangan diketahui memuat 30 TKI, itupun langsung melarikan diri dan diikuti speed boat bermesin 200 PK 2 buah dengan kecepatan tinggi ke arah Muara Sungai Gentong.

Tak mau kalah, selanjutnya Tim darat segera melakukan kontak dengan tim laut untuk melakukan penyekatan. Namun sayang, Tim laut yang menggunakan boat pancung, tidak berhasil karena kedua speed boat tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan sempat menabrak boat pancung yang digunakan Tim laut.

Menurut Danlantamal IV  lagi, saat ini Lantamal IV dan jajarannya sudah memiliki data terkait pengiriman TKI Ilegal berikut siklusnya, modus operandi para penyeludup TKI berpindah pindah tempat untuk menghindari dan mengelabui petugas.

"Mereka terkenal licik dan sangat menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang. Ada 30 calon TKI ilegal yang berhasil lolos setelah speed boat yang mereka tumpangi menabrak boat pancung tim laut WFQR Lantamal IV yang melakukan penyekatan di Perairan Sungai Gentong. Kami memprediksi mereka saat ini masih berada di tengah laut, dan data-data speed boat sudah disebarkan kepada unsur-unsur yang sedang melakukan patroli," ungkap Danlantamal IV.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal diketahui 12 TKI tersebut diketahui berasal dari Lombok. Fan untuk sampai ke Malaysia, para TKI ini mengaku mereka masing-masing sudah mengeluarkan sebasar 5 juta rupiah.

Tak hanya sebatas itu, Lantamal IV juga mengatakan, kalau ia akan terus melakukan pendalaman terhadap 12 TKI tersebut.

Mengenai tindak lanjut para TKI itu, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan instansi BP3TKI, setelah itu lalu menyerahkannya ke BP3TKI.(Ril)