Monday, 16 July 2018

Tanamkan Rasa Nasionalisme ke Para Pelajar, Koarmada I Gelar Kegiatan Bela Negara

 

Mayor Laut (P) Thomas A. Dhamang S, SE saat memberikan pemaparan Bela Negara kepada para pelajar di Aula SMA Negeri 1 Bintan Utara, Senin (16/7).

Dinamika Kepri, Bintan - Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada I (Koarmada I) Bintan, Kepri melakukan kegiatan sosialisasi Bela Negara kepada siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Bintan Utara, Senin (16/7).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang wawasan Kebangsaan dan Bela Negara untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para siswa baru.

​Komandan Satkat Koarmada I Kolonel Laut (P) Sirilus Arif Susbintoro, SE diwakili Mayor Laut (P) Thomas A. Dhamang S, SE. yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan KRI Surik-645, selaku pemapar, ia menyampaikan bahwa semangat Bela Negara merupakan hal yang penting dan dapat dilakukan oleh semua komponen bangsa termasuk siswa/pelajar.

"Bela Negara tidak harus menjadi tugas TNI atau Polri saja. Semua warga negara Indonesia dan dari berbagai latar belakang dan profesi dapat melakukannya," pesan Thomas A. Dhamang S kepada para pelajar.

"Dengan menanamkan Bela Negara, artinya dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air, patriotisme dan nasionalisme yang tinggi," lanjutnya.

Myr Laut (P) Thomas A. Dhamang S juga menambahkan, kata dia, sebagai seorang siswa, semangat bela negara dapat diwujudkan dengan mengenal dan memahami wilayah nusantara dengan baik, mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal maupun nasional, serta menjaga nama baik bangsa dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia.

Kata dia lagi, sebagai generasi penerus bangsa, para siswa harus menghindarkan diri dari ancaman nyata diantaranya bahaya narkoba, perkelahian antar siswa dan pergaulan bebas, penyalahgunaan sosial media, isu-isu yang menyesatkan dengan informasi bohong (hoax), serta isu-isu SARA yang terkadang mengarah kepada adu domba antar umat beragama yang berakibat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta mengarah kepada aksi-aksi anarkis hate speech dan terorisme.

Pantuan pada kegiatan sosialisasi ini,  ternyata kegiatan Bela Negara ini disambut antusias para siswa, terbukti dengan adanya interaksi melalui banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para pelajar.(Ril)