Monday, 9 July 2018

Soal Sertifikat Workshop PT. Samudra Rasaki Teknindo, Ini Jawaban Roy Wright


Foto Gedung kantor PT. Samudra Rasaki Teknindo, sewaktu masih beroperasi.

Dinamika Kepri, Batam -  Roy Wright, SH, MH kuasa hukum Arsita Shinta Dewi menjelaskan tentang sertifikat Gedung Workshop PT. Samudra Rasaki Teknindo (SRT) yang selalu dipertanyakan oleh pihak Ir. Nurbatias selama ini.

"Masalah itu 1 tahun lalu sudah pernah dipermasalahkan oleh Haji Ir.Nurbatias dengan Hafidz (anak sulung Shinta Dewi=red). Mereka waktu itu mempertengkarkannya di Pengadilan Agama(PA)," jawab Roy kepada awak ini melaui pesan singkat dari selularnya, Minggu (8/7) pagi.

"Waktu itu Hafidz pernah meminta pertanggungjawaban kepada Nurbatias mengenai biaya pendidikan dan kesehatannya. Menurut perkara No 220/PDT.G/2016/PN.Batam, Nurbatias harus membayar uang sebesar Rp 2 miliar lebih kepada Hafidz dan Shinta Dewi, tetapi sampai saat ini, hak ke-3 anaknya itu belum diberikan. Karena permintaan itu belum diberkan makanya sertifikat itu tetap ditahan oleh pihak Shinta Dewi. Dan untuk lebih jelasnya, silahkan ditanyakan ke Haji Nurbatias atau bisa juga menanyakannya langsung ke Hafidz anaknya," lanjut Roy Wright.

Tak hanya soal sertifikat Workshop, Roy juga menjelaskan tentang 5 rumah yang  disinggung oleh Nurbatias sebelumnya di media.

"Mengenai 5 rumah itu, menurut saya mungkin saudara Nurbatias lagi sedang berkhayal. Soal rumah-rumah itu, dia sebelumnya sudah pernah menggugatnya ke Pengadilan Agama, tetapi kalah. Bahkan ia sudah melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama, dan hasilnya tetap kalah juga. Ya, jelas kalah karena rumah-rumah itu adalah miliknya Shinta Dewi," balas Roy lagi.

Sebelum mengakhiri, Roy Wright memastikan bahwa rumah-rumah itu sampai saat ini, masih ditempati oleh Shinta Dewi dan ke-3 anaknya.

Dijelaskannya dia lagi, ke-5 rumah itu dimiliki Shinta Dewi, jauh setelah Shinta Dewi menceraikan suaminya Nurbatias.

Itu kata Roy, namun menurut Ir.Nurbatias, rumah-rumah itu sudah dijual oleh Sinta Dewi.

"Rumah-rumah itu sudah dijual ibu Shinta untuk menggemukkan Pengacara dan lelakinya. Lihat saja buktinya, kantor saya dulu saat ini terpampang nama Roy Wright di sana," balas Nurbatias.

Mengenai sertifikat Workshop yang katanya masih ditahan oleh pihak Shinta Dewi, harapnya itu dapat segera diberikan.

"Workshop tersebut adalah milik saya sebagaimana seperti yang sudah disepakati dan ditandatangan di atas materai dan sesuai Ketetapan/Putusan dari pengadilan Agama, dan tidak ada isinya sebagai jaminan PT. Bangkrut dan sebagainya," balasnya lagi.

Mengenai pernyataan Roy Wright yang menyebutkan Nurbatias telah divonis 3 bulan ditingkat kasasi, kata Nurbatias itu tidak benar.

"Andai itu benar, tentunya saya akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) karena perkara KDRT Psikis tersebut adalah rekayasa mereka, jalan untuk merampok saya," balas Nurbatias lagi.

Tak hanya itu, ia juga menyatakan bahwa Notulen RUPS yang digunakan oleh Roy Wright dalam persidangan untuk membubarkan PT. Samudra Rasaki Teknindo di Pengadilan Negeri Batam waktu itu dihalalkan Roy dengan segala cara.

"Saya melihat Ia telah menghalalkan segala cara demi tujuannya tercapai, termasuk cara dia membuat asumsi-asumsi, hingga banyak orang terperdaya cocok dengan ibu Shinta." balasnya via WhastApp (WA).

Pantuan awak media ini, permasalahan yang sudah cukup lama bergulir ini tampaknya tidak akan pernah berakhir.

Permasalahan ini tampak sudah seperti benang kusut tidak tahu lagi di mana pangkal dan ujungnya.

Selain itu kedua belah pihak juga saling beda pendapat saat memberikan jawaban ketika konfirmasi awak media.

Kedua belah pihak tampak saling mempertahankan kebenarannya masing-masing.

Permasalahan dugaan penuh intrik dan trik ini, sepertinya akan terus berlanjut tiada akhir, sampai kehidupan di dunia ini berakhir.(Ag).