Monday, 2 July 2018

Soal Baliho, Li Khai: Saya Minta Maaf karena Lupa Membuat Artinya



Baliho Li Khai.
Dinamika Kepri, Batam - Baliho Li Khai anggota DPRD Batam yang memakai huruf tulisan Mandarin (hanji) di Batam, mengundang perhatian serius masyarakat Batam hingga viral di media sosial, Senin (2/7).

Tulisan mandarin yang tidak disertai artinya itu, diprotes para warganet. Dan parahnya lagi, warganet meminta agar Li Khai dicopot dari keanggotaan DPRD Kota Batam.

Warganet juga menilai, tulisan mandarin di baliho tersebut tidak lagi mencerminkan rasa nasiolisme dari sosok dari anggota komisi I DPRD Batam itu.

Mengenai hal tersebut, ketika Li Khai diconfirmasi awak media ini, ia mengatakan, baliho itu sama sekali tidak ada maksud lain.


"Tidak ada maksud lain apalagi ingin bermaksud jahat. Atas khilafan itu, saya meminta maaf karena saya lupa memberi arti dan tanggalnya,” jawab Li Khai.

Lanjutnya, mengapa ia membuat baliho seperi itu, karena tanggal 26-28 Juli mendatang, akan ada pertemuan ke-7 para pengusaha se-Asean di Batam. Dan apa yang tertulis di baliho itu kata dia adalah merupakan tema dari pertemuan tersebut.

"Pertemuan ke-7 nanti, seluruh pengusaha se-Asean akan berkumpul di Batam. Pada pertemuan itu kita akan membahas jenis usaha yang masih terpendam atau belum ada di Batam. Jadi apa yang ada di Baliho itu adalah tema dari pertemuan tersebut. Jadi tidak ada maksud lain," tutupnya.

Pantuan media ini, tidak hanya marak dipemberitaan media online, foto-foto baliho bergambar Li Khai dengan bertuliskan tulisan mandarin itu juga viral di media sosial Whatsaap (WA) dan menjadi pembahasan para warganet.(Ag)